"Perolehan devisa tersebut atas pengapalan berbagai jenis matadangan, khususnya hasil industri kecil dan kerajinan rumah tangga," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho di Denpasar, Selasa.
Ia mengatakan, ekspor berbagai jenis komoditas hsil sentuhan tangan-tangan terampil perajin Bali, khusus bulan Juni 2016 mencapai 48,05 juta dolar AS, meningkat 15,34 persen dibanding bulan sebelumnya yang tercatat 41,66 juta dolar AS.
"Perolehan devisa bulan Juni 2016 itu bertambah 20,32 persen dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya yang hanya tercatat 39,93 juta dolar AS," ujar Adi Nugroho.
Lima komoditas utama andalan Bali yang menembus pasaran mancanegara itu terdiri atas produk ikan dan udang sebesar 22,30 persen, produk perhiasan (permata) 14,74 persen serta produk pakaian jadi bukan rajutan 10,75 persen.
Selain itu juga produk perabot dan penerangan rumah 10,18 persen serta produk kayu dan barang dari kayu 9,85 persen.
Adi Nugroho menambahkan, pasaran Amerika Serika menyerap paling banyak matadagangan dari Bali yang mencapai 26,26 persen, menyusul Australia 11,51 persen, Jepang 7,97 persen, Singapura 5,91 persen dan Hongkong 4,30 persen.
Kenaikan nilai ekspor Bali tersebut dipengaruhi meningkatnya pengapalan matadangan Pulau Dewata tujuan Australia yang mencapai 2,25 persen atau naik 68,87 persen.
Negara lainnya juga menunjukkan hal yang sama yakni Amerika Serikat naik sebesar 1,99 juta dolar, Jepang 925.194 dolar AS, Belanda 526.557 dolar AS dan Jerman 510.847 dolar AS.
Dari segi komoditas kenaikan tersebut didominasi oleh naiknya nilai ekspor perhiasan (permata) sebesar 2,003 juta dolar, perabot penerangan rumah 1,41 juta dolar AS, pakaian jadi bukan rajutan 1,31 juta dolar, barang dari kayu 651.827 dolar dan perangkat musik 297.285 dolar, ujar Adi Nugroho. (WDY)
Pewarta: Pewarta: I Ketut Sutika: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.