"BBTF 2016 semakin dikenal dunia karena 80 persen pembeli atau `buyer` merupakan pelaku bisnis pariwisata internasional," katanya usai membuka BBTF 2016.
Menurut dia, ajang yang mempertemukan pelaku bisnis pariwisata dunia itu sangat potensial untuk menjadi salah satu yang terbesar termasuk potensial mendukung kebijakan pemerintah mendongkrak 20 juta turis mancanegara tahun 2019.
Ketua Panitia Penyelenggara BBTF 2016, Ketut Ardana menjelaskan bahwa tahun ini diikuti oleh 222 pembeli dari 30 negara di dunia.
Dari 222 itu, 63 di antaranya merupakan pembeli platinum atau pembeli yang mampu mendatangkan lebih dari 10 ribu turis mancanegara per tahun
Sedangkan penjual tercatat sebanyak 154 operator dari 20 provinsi di Indonesia di luar Bali.
Baik pembeli maupun penjual merupakan pelaku bisnis dari sektor pariwisata yakni hotel, restoran, atraksi wisata, kapal pesiar, penyelenggara acara konferensi (MICE), operator perjalanan wisata, vila, spa, serta industri pariwisata lainnya.
Ajang pertemuan langsung pelaku bisnis itu memberlakukan "pre-schedulled appoinment" atau kesepakatan waktu mengenai jadwal pertemuan khusus antara penjual dan pembeli guna membicarakan negosiasi bisnis jangka panjang.
BBTF tahun ini untuk pertama kalinya mengusung tema "Tanah Toraja" sekaligus sebagai tuan tumah pelaksanaan pertemuan tahunan pelaku bisnis pariwisata itu.
Selain ajang bisnis, BBTF tahun ketiga ini juga menyelenggarakan paket perjalanan wisata bagi beberapa peserta termasuk pembeli platinum ke empat daerah di antaranya Banyuwangi, Komodo, Lombok dan Tanah Toraja.
Selain itu juga ada perjalanan wisata ke Bali Utara dan Bangli. (WDY)
Pewarta: Pewarta: Dewa Wiguna: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.