"Saya bersama keluarga bertahan di Bali, kerena masih memiliki waktu yang cukup sebelum kembali ke Jakarta," kata Aita di lokasi wisata Tanah Lot, Kabupaten Tabanan, Minggu.
Objek wisata Tanah Lot berupa sebuah Pura kuno di Kabupaten Tabanan, sekitar 15 Km barat daya Kota Denpasar, yang lokasinya "bertengger" di atas batu karang Pantai Beraban, Bali selatan di dekat Samudera Indonesia.
Tempat suci umat Hindu, sekaligus objek wisata andalan itu, selama ini menyimpan misteri dan keunikan yang membuat pelancong "wajib" mengunjunginya .
Daya tarik yang dimiliki pura kuno peninggalan abad XVI dalam menyedot kunjungan turis domestik dan mancanegara itu, telah menjadikan Tanah Lot sebagai daerah yang mampu menempati urutan teratas, menyusul objek wisata Pura Uluwatu di Kabupaten Badung, sebagai objek wisata terbanyak kedua dikunjungi turis yang datang ke Bali.
Objek wisata yang juga menjadi sasaran wisatawan dalam dan luar negeri pada awal tahun 2016 di Bali seperti Pantai Kuta, Legian, Pantai Pandawa dan Pantai Sanur.
Sejumlah wisatawan dalam negeri terutama dari sejumlah kota besar di Jawa masih betah berada di Bali, terbukti masih bayak lokasi wisata yang padat pengunjung sehingga membawa berkah bagi sejumlah pemadu wisata dan tukang foto setempat.
Objek wisata Taman Nusa di Gianyar misalnya terlihat banyak wisatawan nusantara yang memadati dan pengunjung bisa meliat sejumlah bagunan tradisional dari berbagai daerah di Indonesia.
Membludaknya pengunjung di awal 2016 menjadikan pemandu wisata dan juru foto memperoleh penghasilan yang lumayan. Seorang juru foto bisa mengantongi penghasilan rata-rata Rp200 ribu kini meningkat menjadi Rp500 ribu per hari.
Sucitra seorang pemandu wisata memperkirakan sejumlah wisatawan akan bertahan di Bali hingga hari Minggu atau Senin. Kondisi ini juga akan membuat Bali kembali normal dari kunjungan wisatwan yang rata rata mencapai 2.000 hingga 3.000 perhari. (WDY)
Pewarta: Pewarta: I Ketut Sutika: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.