Denpasar (Antara Bali) - Pembangunan jembatan tukad (sungai) Udang di jalur jalan by pass Ida Bagus Mantra yang menghubungkan Tohpati (Denpasar) dengan Kusamba Kabupaten Klungkung, Bali kini menghadapi kendala dalam memancangkan tiang beton.

"Batu di sungai tersebut kondisinya sangat keras tidak mampu ditembus dengan alat berat," kata Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali Ir Ketut Artika di Klungkung, Kamis.

Ia mengungkapkan hal itu ketika bersama Pejabat Pembuat Komitmen Pembangunan Jalan dan Jembatan Metropolitan Denpasar Wilayah I Budiman serta Kabag Publikasi dan Dokumentasi Biro Humas dan Protokol Pemprov Bali I Ketut Teneng, melihat dari dekat pembangunan fisik jalan yang sedang dikerjakan tesebut.

Tukad Udang salah satu dari 15 jembatan di jalur tersebut, pembangunannya menghadapi kendala dalam memancangkan tiang beton.

"Kami masih mempelajari jenis batu keras itu, dengan harapan masalah yang timbul dapat dipecahkan," ujar I Ketut Artika.

Ia menambahkan, 14 pembangunan jembatan baja lainnya di jalur tersebut hampir tidak menghadapi masalah. Bahan material pembangunan jembatan, masing-masing dengan bentangan berkisar 40-50 meter itu didatangkan dari Surabaya, Jawa Timur.

"Bahan material berupa baja dan beton dinding jembatan yang didatangkan dari luar Bali juga tidak menghadapi kendala," jelas Ketut Artika.

Demikian pula pembangunan jalan beton empat jalur, masing-masing dua jalur kanan dan dua jalur kiri juga tidak menghadapi hambatan yang berarti.

Oleh sebab itu pihaknya yakin pembangunan jalan dan jembatan di jalur bagian dari transportasi Sumatera-Jawa-Bali-Nusa Tenggara akan dapat dirampungkan sesuai target.

Pembangunan fisik yang menghabiskan dana sebesar Rp356,43 miliar yang bersumber dari pemerintah pusat dan bantuan pemerintah Australia itu dikerjakan dalam dua tahap.

Pembangunan jalan jalur cepat yang menjadi prioritas penanganan tahap pertama sepanjang 10,79 kilometer, termasuk sepuluh jembatan dengan biaya Rp180,8 miliar dan tahap kedua sepanjang 8,2 kilometer serta lima buah jembatan dengan biaya Rp175,61 miliar.

Pembangunan tahap pertama diharapkan rampung pada pertengahan 2011 dan tahap kedua pada Februari 2012. Dengan demikian jalan ke Bali timur dan sebaliknya itu akan lancar, sekaligus memperpendek waktu tempuh dari selama ini jarak Denpasar-Karangasem 40 km dengan jalan baru tersebut dipersingkat menjadi 26,8 km.

Namun dari jalan sepanjang 26,8 km itu dalam pembangunan tahap pertama dan kedua baru menjangkau 19 km dan sisanya 7,8 km diharapkan bisa digarap dalam pembangunan tahap ketiga, ujar Ketut Artika.(*/T007)


Editor : Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026