Denpasar (Antara Bali) - Jepang merupakan pasar utama hasil perikanan Bali yang antara lain jenis tuna segar maupun yang dibekukan, udang, kepiting dan kerapu disamping dikapalkan ke Amerika Serikat dan Hongkong.

Pesentase distribusi perolehan devisa dari sepuluh negara pembeli terbanyak khusus perikanan, Jepang tertinggi yakni 68,5 persen, kata Kepala Seksi Ekspor Disperindag Bali, Putu Bagiada SE di Denpasar Rabu.

Sedangkan Hongkong pembeli terbanyak kedua meliputi 8,6 persen, AS diperingkat tiga yakni 7,2 persen dan menyusul Taiwan 6,9 persen dan kemudian negara konsumen lainnya rata-rata di bawah satu persen.

Ia mengatakan, realisasi ekspor tuna segar maupun diawetkan hasil tangkapan para Anak Buah kapal (ABK) yang memasuki pasar luar negeri dari sejak Januari- Agustus 2010 tercatat 14.041 ton bernilai 63 juta dolar.

Penghasilan devisa dari salah satu hasil laut itu bertambah hampir sepuluh persen, jika dibandingkan dengan periode sama tahun 2009 yang bernilai 57,5 juta dolar atas pengapalan sebanyak 13.925 ton.

Ini artinya cuaca buruk yang mengakibatkan gelombang besar di laut yang diinformasikan beberapa bulan terakhir ini, tidak menjadi hambatan bagi kapal-kapal pemburu tuna sehingga produksinya bertambah banyak.

Bagiada mengatakan, pihaknya semula prihatin akibat cuaca yang kurang menentu di lautan, hasil tangkapan nelayan yang ditampung para pengusaha perikanan di Bali berkurang tetapi kenyataannya ada peningkatan.

Oleh sebab itu andil tuna segar dalam perolehan devisa mencapai 17,6 persen dari seluruh perdagangan aneka barang kerajinan dan nonmigas Bali lainnya ke pasaran luar negeri yang mencapai 358,3 juta dolar.

Peranan ekspor tuna hasil tangkapan masyarakat di Bali tersebut ada pada urutan kedua setelah ekspor tekstil dan produk tektil (TPT) seharga 82 juta dolar atau 23 persen dan kerajinan kayu 54,3 juta dolar pada urutan ketiga.

Bali mengekspor sedikitnya sebelas jenis ikan ke pasaran luar negeri, namun kebanyakan nilainya di bawah satu juta dolar akibat pengiriman ke negara konsumen, pengusaha mengandalkan pasokan dari Jawa.(*)



: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026