Negara (Antara Bali) - Petugas gabungan dari bintara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat dari Polri dan bintara pembina desa dari TNI AD serta pecalang atau pengamanan adat melakukan razia di lapangan Kota Negara, ibu kota Kabupaten Jembrana.

Razia yang dilakukan pada Sabtu (30/10) malam itu bertujuan untuk membersihkan lapangan tersebut dari kegiatan-kegiatan warga yang bersifat mesum.

Sebelumnya masyarakat banyak yang mengeluh karena di lapangan itu sering terlihat pasangan laki perempuan yang berbuat tidak senonoh serta gerombolan anak muda yang mabuk-mabukan.

Razia ini membuat banyak pasangan yang sedang asyik bermesraan di lapangan itu kaget. Beberapa diantaranya melarikan diri, sementara beberapa yang lain hanya bisa pasrah.

Dari delapan pasangan yang terjaring, didominasi kalangan remaja. Bahkan diantaranya masih ada yang berstatus pelajar SMP. Pelajar perempuan itu kepergok tengah bermesraan dengan pacarnya yang belakangan diketahui masih kelas 1 SMA.

Pantauan di lapangan, beberapa peristiwa lucu sempat terjadi saat operasi dilakukan. Sebelum seluruh aparat terjun, terlebih dahulu dikirim staf kelurahan dengan berpakaian santai.

Melihat kedatangan staf yang mengendarai sepeda motor ini, pasangan-pasangan yang tengah asyik di lapangan tidak menghiraukannya. Bahkan staf ini sempat diomeli salah satu pasangan yang tengah berpangkuan.

"Saya dibilang mengganggu saja, tapi saat petugas babinsa datang mereka kaget dan yang perempuan berusaha membetulkan pakaiannya," kata staf tersebut.

Lurah Banjar Tengah Ketut Subanda mengatakan, pihaknya hanya memberikan pembinaan kepada seluruh pasangan yang terjaring.   

"Tindakan memang tidak kami ambil, karena kami juga tidak melihat langsung mereka tengah berbuat mesum," katanya.

Ia mengakui, razia dilakukan setelah pihaknya mendapat banyak keluhan dari masyarakat.

Terkait Lapangan Umum Negara yang dipakai lokasi mesum, Subanda menilai, karena situasi tempat itu yang sangat gelap.

"Untuk itu kami sudah mengusulkan ke pemkab agar lapangan tersebut dipasang lampu penerangan," ujarnya.(*)



: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026