Jimbaran (Antara Bali) - Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD meminta kalangan perguruan tinggi (PT) segera mengubah cara pandang agar tidak hanya mencetak sarjana, melainkan bagaimana menghasilkan cendekiawan yang bermoral luhur.

"Perguruan tinggi harus turut bertanggung jawab terhadap masalah yang menimpa bangsa ini. Perguruan tinggi juga harus bertanggung jawab bagaimana membangun bangsa ini ke depan," katanya saat memberi orasi ilmiah pada Dies Natalis ke-48 Universitas Udayana (Unud) di Kampus Bukit, Jimbaran, Badung, Rabu.

Menurut guru besar Hukum Pertanahan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta ini, permasalahan bangsa tak bisa lepas dari peran universitas, sebab para alumninya banyak yang menjadi pejabat dan pemimpin di pemerintahan.

Banyaknya kasus korupsi yang melibatkan pejabat, juga tidak lepas dari peran universitas dalam membentuk karakter dan watak mereka selama menimba ilmu di kampus. Peran universitas sangat penting dalam membangun pemerintahan yang bersih dan bebas dari KKN, kat dia.

Ia menegaskan bahwa tanggung jawab perguruan tinggi mempersiapkan para alumninya agar tidak hanya mengandalkan ijasah sarjana semata, namun lebih dari itu bagaimana lulusan PT menjadi cendekiawan.

"Kita ingin agar ke depan bangsa Indonesia supaya tidak tertipu oleh orang yang hanya mengandalkan ijasah, dan bukan ilmunya," kata Mahfud.

Karena itu, lelaki asal Pamekasan, Madura, itu berharap, ada perubahan cara berfikir kalangan univesritas, untuk tidak hanya mencetak sarjana.

"Universitas harus mencetak cendekiawanan dan intelektual yang memiliki kedalaman ilmu dan tanggung jawab dan moral untuk membangun bangsa dan menyejahterakan masyarakat," katanya menegaskan.

Salah satu hal yang menjadi sorotannya adalah bagaimana universitas mampu membentuk karakter lulusannya yang kuat sehingga nantinya bisa menjauhkan diri dari praktek KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme).

"Semua perguruan tingi harus menuju berkelas dunia untuk bisa menyelesaikan permasalahan bangsa. Ini tanggung jawab universitas untuk membangun bangsa dan negara," tandasnya.

Memasuki usianya yang ke-48 Universitas Udayana (Unud) kembali menegaskan komitmen untuk menuju universitas berkelas dunia atau "World Class University" dengan bersiap menerapkan prinsip "good university governance".

Kesiapan itu, disampaikan Rektor Unud Prof Dr dr I Made Bakta dalam sidang Senat Universitas Udayana dalam rangka memperingati Dies Natalis Unud yang ke-48 di Gedung Widya Sabha Kampus Bukit Jimbaran, Bali.(*)




: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026