Singaraja (Antara Bali) - Toko grosir Hardys di Buleleng, Senin, pukul 12.30 Wita dimasuki perampok bersenjata api yang mengakibatkan korban Mirza Resti Nirmala (24), karyawan Pegadaian unit pelayanan cabang Hardys terkena tembakan di bagian kepala.

Kabag Bina Mitra Polres Buleleng Kompol Made Sudirsa mengatakan, selain ada korban terkena tembakan, perampok juga mengambil dompet milik korban dan uang Rp16.350.000 yang merupakan uang milik Pegadaian.

"Korban mengalami luka yang cukup parah di bagian kepala dan saat ini dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah, Denpasar," ujarnya.

Dari sejumlah saksi yang dimintai keterangan oleh pihak kepolisian, ada seorang yang dicurigai dengan ciri bertubuh kurus dan berambut kriting pendek dengan menggunakan baju kaos berwarna merah.

Menurut keterangan Sudirsa, saat ini tim forensik masih melakukan identifikasi di lapangan dan mengumpulkan sejumlah bukti yang ada untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut ke arah pelaku kejahatan.

"Tidak ada satu pun karyawan Hardys yang mengetahui bagaimana awal kejadian tersebut. Padahal, suasana padat pengunjung dan beberapa petugas pengamanan Hardys berada lima meter dari arah selatan Pegadaian, tempat terjadinya perampokan," kata Sudirsa.

Dikatakan, kejadian tersebut baru diketahui setelah beberapa karyawan Hardys yang melintas, melihat ada darah segar mengalir di lantai ruang unit Pegadaian.

Setelah melihat ada darah, lanjutnya, saksi kemudian melihat korban yang tinggal di Jalan Anggrek Nomor 8 Singaraja, sudah berada di pojok ruangan dalam kondisi kepala yang sudah berlumuran darah.

"Kami masih melakukan pengembangan dan sejauh ini, sudah ada beberapa petunjuk yang telah kami dapatkan dan mengarah kepada pelaku," ucap Sudirsa.(*)


Editor : Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026