Amlapura (Antara Bali) - Keberadaan Subak di Karangasem, Bali  kian terancam, saat ini banyak kawasan persawahan yang beralih fungsi, hal ini membuat luas sawah kian menyempit.

"Keberadaan subak memang semakin terancam, ke depan perlu ada kawasan persawahan abadi," ungkap I Nyoman  Sadra anggota Komisi IV DPRD Karangasem, Sabtu.


Ancaman ini, kata Sadra disebabkan  derasnya pembangunan saat ini, jika hal ini tidak dibuatkan aturan ke depannya bisa diprediksi lahan persawahan di Kabupaten Karangasem akan habis.


"Meningkatnya taraf hidup masyarakat menggairahkan untuk membangun, tetapi jika pembangunan tak mengindahkan lingkungan maka tak terhindarkan banyak lahan pertanian beralih fungsi, " ujarnya.


Masalah ini, jelas Sadra, pihaknya sudah sudah membahasnya dengan Pemkab Karangasem. Dari pembahasan itu, diputuskan untuk membuat   Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Karangasem. "Pembahasan ini sudah kami lakukan di  Sengkidu,"ucapnya.


Dalam perencanaan itu, jajaran Pemerintah Kabupaten Karangasem akan  membangun kawasan sawah abadi.


"Jika ini terwujud, saya optimistis subak di Karangasem bisa lestari," ujarnya.


Menyinggung apakah rencana tersebut bisa dijalankan atau tidak, menurut Sadra tergantung dari oknum pemerintahnya. "Kalau Perda yang terpenting adalah penegakan hukumnya, jangan aturan dibuat lantas tidak dilaksanakan,"pungkasnya.


Pria yang juga pemerhati lingkungan hidup itu, kondisi terancamnya subak, bukan hanya terjadi di Karangasem, beberapa daerah lainnya seperti Denpasar, Gianyar yang semula memiliki lahan persawahan yang sangat luas juga sudah mulai menyempit.


"Bahkan Tabanan yang selama ini sebagai gudangnya beras di Bali lahannya banyak yang dialihfungsikan," ujarnya.


Ia menambahkan, terkait begitu pentingnya keberadaan sawah (subak), maka  sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia, ke depannya perlu dibuatkan semacam aturan yang melarang pengalihfungsian lahan persawahan.


"Mari bersama-sama abadikan sawah, jika kawasan persawahan itu  habis, maka Karangasem akan tergantung dengan daerah lainnya. Sehingga, sebagian hidup masyarakat menjadi tergadaikan. Mudah-mudahan  kawasan sawah abadi mampu melestarikan keberadaan lahan pertanian itu ," jelasnya. (*)




Editor : Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026