Negara (Antara Bali) - Jembatan untuk dusun yang terisolir dibangun dengan anggaran bersama antara Pemkab Jembrana dan Pemprov Bali, yang pengerjaannya dilakukan secara gotong-royong.

"Pemerintah Provinsi Bali memberikan dana hibah, sementara kami juga mengalokasikan dana Rp1 miliar untuk membuat jembatan penghubung, bagi dusun yang terisolir," kata Bupati Jembrana, I Putu Artha, saat peletakan batu pertama pembangunan jembatan di Dusun Dauh Pangku Slepa, Desa Medewi, Jumat.

Menurutnya, sebagai salah satu dusun dengan akses jalan yang memutar, dengan tanjakan curam, pembangunan jembatan di Dusun Dauh Pangkung Slepa ini akan sangat membantu warga, untuk lebih cepat sampai di jalan besar.

Rencananya, jembatan yang pengerjaannya juga dibantu TNI dari Kodim 1617 Jembrana ini, akan menghubungkan dusun tersebut dengan Desa Yehsumbul.

"Selama ini untuk mencapai jalan besar, warga harus melewati jalan yang berliku, dengan kelokan dan tanjakan tajam. Selain itu, murid yang bersekolah di Desa Yehsumbul, harus dibantu orang tuanya karena harus menyeberangi sungai. Dengan jembatan ini, akses transportasi warga menjadi lebih mudah," ujarnya.

Kepada masyarakat setempat, ia minta, mereka bersama-sama dengan TNI bergotong-royong agar jembatan tersebut cepat terwujud.

Selain itu, secara umum ia mengingatkan masyarakat, untuk menjaga sempadan sungai, karena pemkab berencana untuk menghijaukan sempadan tersebut dengan berbagai tanaman seperti cempaka, bambu, durian, manggis serta pala.(GBI)


Pewarta: Oleh Gembong Ismadi
: Gembong Ismadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026