Denpasar (Antara Bali) - Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Bali segera melakukan pengkajian terhadap pabrik daur ulang sampah skala kecil untuk menghasilkan pupuk organik ramah lingkungan.

"Kami segela mengkaji dari aspek sosial, ekonomis dan kemasyarakatan," kata Kepala BLH Provinsi Bali Anak Agung Gede Alit Satrawan di Denpasar, Senin.

Ia mengatakan, hal itu dilakukan sehubungan masyarakat mulai membentuk kelompok-kelompok masyarakat yang peduli terhadap kebersihan lingkungan.

Hal itu sekaligus sebagai langkah awal, sehubungan rencana Pemprov Bali akan memberikan bantuan sosial (bansos) bidang kebersihan, sebagai upaya mewujudkan pencanangan Bali menjadi provinsi hijau dan bersih.

Alit Sastrawan mengajak, semua pihak untuk merubah prilaku hidup bersih dan sehat, mulai dari rumah tangga, lingkungan pemukiman dan sekitarnya.

Hal itu penting mengingat sampah dan masalah kebersihan selama ini menjadi keluhan utama wisatawan mancanegara dalam menikmati liburan di Pulau Dewata.

Oleh sebab itu menjadi tanggung jawab bersama dalam mengatasi masalah sampah dan kebersihan, disamping berbagai permasalahan lainnya yang selama ini menjadi sorotan wisatawan, ujar  Alit Sastrawan.

Bali merintis pengolahan sampah menjadi pupuk anorganik, dengan harapan mampu memberikan nilai tambah sekaligus mewujudkan kebersihan lingkungan di Pulau Dewata.

Pada perubahan APBD Bali 2010 menurut Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyisihkan dana untuk pengadaan tiga pabrik pengolahan sampah skala kecil.

Pabrik pengolahan sampah skala kecil tahap pertama itu akan dibangun di sekitar kawasan Pura Besakih (Karangasem), Goa Lawah (Klungkung) dan Pura Batur Kintamani (Bangli).

Pabrik pengolahan sampah ramah lingkungan pada tiga lokasi kawasan suci itu memprioritaskan sampah-sampah bekas kegiatan ritual, dan sisa-sisa yang tidak berguna dari masyarakat sekitarnya.

"Kita ingin sampah yang berserak bekas kegiatan ritual itu mampu memberikan nilai ekonomis," ujar Gubernur Pastika.

Pengolahan sampah menjadi pupuk anorganik itu sejalan dengan sasaran menjadikan Bali sebagai provinsi Hijau.

Jika proyek rintisan tersebut membuahkan hasil, pabrik pengolahan sampah skala kecil akan diperbanyak, minimal mampu mengolah sampah dalam lingkungan desa adat masing-masing.

Hal itu juga sejalan dengan sasaran mewujudkan Bali sebagai provinsi anorganik, yakni semua proses bidang pertanian dalam arti luas menggunakan pupuk dan pembasmi hama tanaman yang ramah lingkungan.(*)




: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026