"Kelompok difabel adalah salah satu komponen penyumbang hak pilih potensial," kata anggota KPU Kota Denpasar Divisi Sosialisasi, SDM, dan Pendidikan Pemilih Pemula I Gusti Ngurah Agung Darmayudha, Sabtu.
Menurut dia, simulasi tersebut dilakukan agar nantinya para penyandang difabel tidak mengalami kesulitan saat hari pencoblosan pada 9 April. "Semoga dengan adanya simulasi itu, nantinya mereka lebih semangat datang ke tempat pemungutan suara (TPS)," ujar pria yang akrab dipanggil Rahde itu.
Rahde melanjutkan, khusus bagi para tuna netra sudah disediakan template Braille masing-masing satu di 1131 TPS yang tersebar di kota Denpasar.
"Template surat suara tersebut hanya disediakan untuk memilih DPD. Sementara untuk pemilihan perwakilan lainnya yaitu DPR RI, DPRD Provinsi Kabupaten/Kota tidak disediakan," kata Rahde.
Untuk membantu dalam pencoblosan yang tidak disertai dengan template Braille, KPU mempersilahkan ditemani pendamping dengan syarat harus dipilih oleh pemilih sendiri. Selain itu, juga harus merahasiakan dan tidak mengintimidasi pilihan pemilih. (M038)
Pewarta: Oleh I Made Argawa: M. Irfan Ilmie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.