"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran pura itu," kata I Nyoman Budiasa saksi mata yang tinggal tak jauh dari lokasi kebakaran pura.
Ia pertama kali melihat kepulan asap "pelinggih" atau tempat sembahyang yang bagian atapnya terbuat dari ijuk. "Karena dari ijuk, api langsung cepat menyebar," katanya.
Budiasa langsung memukul "kul-kul" atau kentongan untuk meminta pertolongan warga lainnya agar membantu memadamkan api yang melalap pura desa itu.
Beberapa saat kemudian datang bantuan tiga unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk melokalisasi api agar tidak menyambar bangunan lain di sekitarnya. (M038)
Pewarta: Oleh Suar Eka Buana: M. Irfan Ilmie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.