Denpasar (Antara Bali) - Pemerintah pusat lewat Kementerian Agama mengalokasikan dana Rp27 miliar untuk Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar untuk 2010.

"Alokasi dana untuk satu-satunya lembaga pendidikan tinggi negeri bernuansa Hindu di Bali tersebut meningkat Rp2,3 miliar dibanding tahun sebelumnya yang hanya Rp24,7 miliar," kata  Rektor IHDN Denpasar Prof Dr I Made Titib  di Denpasar, Sabtu.

Ia mengatakan, alokasi dana tersebut hampir separuhnya untuk gaji dan tunjangan fungsional para pegawai dan dosen.

IHDN memiliki 128 dosen, termasuk empat guru besar dan 63 pegawai dengan mahasiswa seluruhnya 3.227 orang.

Prof Titib menjelaskan, dari alokasi dana tersebut, Rp12 miliar diantaranya untuk mendukung kegiatan operasional kampus.

Selain itu sebesar Rp906,3 juta untuk beasiswa kepada 1.200 mahasiswa serta membiayai berbagai kegiatan lainnya.

Dari alokasi dana tersebut untuk kegiatan pembangunan fisik hanya sebesar Rp5 miliar, yakni pembangunan gedung berlantai tiga untuk program pascasarjana S-3 di kota Denpasar.

Pembangunan gedung tersebut sangat representatif untuk mendukung kegiatan proses belajar mengajar di lembaga pendidikan bernuansa Hindu yang akan berfungsi mulai tahun ini juga, ujarnya.

IHDN Denpasar mulai 2010 mengelola S-3, dengan mahasiswa diharapkan sedikitnya 40 orang. Program S-3 didukung empat guru besar dan puluhan dosen yang menyandang gelar doktor.

Prof Titib menjelaskan, untuk kelancaran proses belajar mengajar pada jenjang S-3 sejumlah perguruan tinggi di Bali telah menyatakan kesanggupannya untuk membantu.

Perguruan tinggi tersebut antara lain Universitas Udayana, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Universitas Hindu (UNHI) dan Undiksha Singaraja.

Demikian pula Universitas Indonesia (UI) Jakarta dan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta juga akan memberikan bantuan yang maksimal kepada IHDN, tutur Prof Titib.(*)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026