Denpasar (Antara Bali) - BKKBN Provinsi Bali mempunyai sasaran untuk menggarap akseptor baru untuk keluarga berencana (KB) sebanyak 65.319 orang selama tahun 2010.

"Pasangan usia subur (PUS) yang menjadi sasaran dalam mengendalikan pertumbuhan pendudukan terdiri atas wanita 59.746 orang dan pria 5.573 orang," kata Kepala BKKBN Provinsi Bali Ketut Sutjipta didampingi Kasi Advokasi dan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) I Nyoman Sumiarta di Denpasar, Senin.

Ia mengatakan, berbagai upaya dan terobosan dilakukan dalam mewujudkan sasaran tersebut dengan menekankan peranserta dan dukungan masyarakat luas.

Untuk mendukung berbagai program tersebut, pemerintah pusat mengucurkan dana sebesar Rp6,5 miliar kepada delapan kabupaten dan satu kota di Bali.

Sutjipta menambahkan, sasaran yang ditetapkan dalam setahun itu, setiap bulannya diharapkan mampu mengajak 5.094 PUS menggunakan kontrasepsi mantap sesuai pilihannya masing-masing.

Target yang ditetapkan sebanyak 5.094 akseptor baru pada Januari 2010 telah tercapai 5.036 PUS atau 98,86 persen. Pencapaian tersebut berkat kerja keras seluruh jajaran BKKBN di kabupaten/kota se Bali.

Sutjipta menjelaskan, pencapaian akseptor baru selama 2009 sebanyak 63.713 orang atau 117,15 persen dari sasaran yang ditetapkan 54.384 orang.

Diantara delapan kabupaten dan satu kota di Bali, Kota Denpasar meraih prestasi tertinggi dengan pencapaian 135,31 persen, menyusul Kabupaten Badung 124,67 persen dan Kabupaten Karangasem 120,26 persen.

Keberhasilan Bali dalam mengajak PUS menyukseskan program KB, berkat adanya kesadaran yang tinggi, khususnya PUS dalam menggunakan kontrasepsi mantap, termasuk pria yang akan lebih diintensifkan penggarapannya dalam tahun 2010.

Dengan demikian pencapaian akseptor hingga kini di Bali mencapai 470.050 orang atau 77,25 persen dari 547.348 PUS tersebar di delapan kabupaten dan satu kota di Bali, tutur Ketut Sutjipta. (*)




: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026