Gianyar, Bali (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gianyar, Bali, mewadahi kreativitas seniman lokal untuk menghidupkan seni baleganjur guna mengiringi tari barong atau bebarongan melalui Pekan Budaya Gianyar.

"Estetika baleganjur bebarongan harus tetap ajeg dan lestari sebagai bagian dari kearifan lokal di masing-masing kecamatan," kata Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar I Wayan Adi Parbawa di Gianyar, Jumat.

Ia menjelaskan baleganjur bebarongan yang memiliki irama dinamis menjadi salah satu identitas masyarakat Gianyar yang hadir dalam setiap kegiatan keagamaan.

Pihaknya ingin menunjukkan karya kearifan lokal sehingga esensi tradisi dan semangat tetap terjaga.

Seniman I Wayan Sudirana mengapresiasi pelaksanaan Pekan Budaya Gianyar yang dinilai mampu memberikan ruang bagi para seniman untuk menuangkan kreativitas.

Ia berharap, parade baleganjur bebarongan dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang karena sekaligus menjadi langkah awal dalam mempersiapkan diri menuju ajang Pesta Kesenian Bali (PKB).

"Saya ingin kegiatan ini tidak hanya pada 2026 melainkan terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya," ujarnya.

Apalagi, baleganjur bebarongan memiliki keterkaitan erat dengan tradisi yang disakralkan yakni prosesi mengarak simbol spiritual Barong dan Rangda mengelilingi desa.

Penampilan pertama diawali oleh Sekaa (Kelompok) Gong Satya Jnana dari Kecamatan Gianyar yang mempersembahkan garapan berjudul Nyapuh.

Penampilan dilanjutkan Yowana Kembang Swara Banjar Juga bersama Komunitas Seni Pitha Mahaswara dari Kecamatan Ubud, yang membawakan garapan Gerinsing.

Pengayah Gong Sekaa Teruna Dharma Adnyana dari Kecamatan Tegallalang melalui garapan Bwah Rong, disusul oleh Sanggar Seni Gita Lestari dari Kecamatan Blahbatuh dengan sajian berjudul Swara Raksa.

Penampilan berikutnya, Pesraman Satya Kumara Shanti, Kecamatan Payangan, yang menghadirkan garapan Ruwat Mala, dilanjutkan oleh Sekaa Gong Sila Pertipa dari Kecamatan Sukawati dengan garapan Sida Arsa.

Pementasan ditutup oleh Sekaa Balaganjur Gandara Shanti dari Kecamatan Tampaksiring melalui garapan berjudul Lawat Liwat.



Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026