"Hasil studi di tiga lokasi, dari segi posisi yang paling bagus itu di Kubutambahan," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Herry Bakti, di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Selasa.
Selain Kubutambahan, dua lokasi lain telah dilakukan kajian kelayakan (feasibility study) pembangunan bandara, yakni di Kabupaten Jembrana dan Gerokgak, Kabupaten Buleleng.
Meskipun dianggap layak, pihaknya masih menunggu studi lanjutan terkait pembebasan lahan hingga revisi tata ruang yang dilakukan oleh pemerintah daerah.
"Kami sudah bersurat kepada gubernur untuk menanyakan kelanjutannya bagaimana dalam hal ini pembebasan lahan, tata ruang harus drevisi, itu harus ditindaklanjuti," katanya.
Sejumlah investor telah melakukan penjajakan kepada pihak Kementerian Perhubungan terkait pembangunan bandara baru di wilayah Bali utara itu di antaranya dari Jepang, Korea, Inggris, dan Jerman. (DWA)
Pewarta: Oleh Dewa Sudiarta Wiguna: Dewa Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.