"Saya inginkan TKW di Malaysia benar-benar profesional sehingga punya posisi tawarnya tinggi," kata Dubes Herman disela-sela acara peringatan Hari Kartini di Aula Hasanuddin KBRI KL, Minggu.
Meskipun demikian, kata dia, para TKW masih ada yang mencari kerja dengan persyaratan sangat minimal (berpendidikan rendah) sehingga kurang memperhatikan perlindungan dalam bekerja dan bahkan hasil kerja mereka belum memadai termasuk untuk dirinya sendiri.
Pekerja seperti itu (gaji dan perlindungan yang belum memadai), kata dia, harus ditingkatkan kemampuannya melalui jalur pendidikan.
Oleh karenanya, KBRI KL sangat mendukung atas adanya pendidikan informal seperti pelatihan bahasa Inggris dan komputer serta ketrampilan lainnya untuk para pekerja Indonesia di Malaysia yang digerakkan sejumlah WNI yang menetap di negara ini.
Pewarta: Oleh N Aulia BadarUploader : I Nyoman Aditya T I
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.