Denpasar (Antara Bali) - Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI  Hotmangaradja Pandjaitan, mengajak umat Kristiani di lingkungan komando teritorial itu untuk memberi makna peringatan Natal secara kontekstual dalam kerangka menjaga keutuhan dan keberlangsungan bangsa Indonesia.

"Persatuan dan kesatuan bangsa merupakan fondasi utama negara ini. Menjaga keutuhan bangsa harus menjadi prioritas kita semua, karena sebagian masyarakat kita kini sedang mengalami krisis modal, ditandai dengan pelunturan rasa, paham, dan semangat kebangsaan serta nasionalisme," katanya dalam sambutan Peringatan Natal Bersama Komando Daerah Militer IX/Udayana, di Denpasar, Senin malam.

Hadir dalam peringatan itu sejumlah besar personil TNI dari tiga matra yang berdinas di Bali, NTB, dan NTT. Di antara hadirin adalah Komandan Pangkalan Udara TNI-AU Ngurah Rai, Letnan Kolonel Penerbang Aldrin P Mongan, Komandan Pangkalan TNI-AL Benoa, Kolonel Pelaut Ketut Aryana, serta umat Kristiani di Kota Denpasar.

Pandjaitan menyatakan, indikasi pelunturan semua hal yang dikatakan itu bisa dirasakan setelah terjadi konflik horizontal di berbagai wilayah di Indonesia yang berujung atau diwarnai aksi anarkhisme.

Berbagai konflik yang terjadi secara horizontal belakangan ini, katanya, harus dicarikan solusi konstruktif yang berujung pada kedamaian di antara umat tanpa melupakan berbagai asas keadilan dan kejujuran.

"Bertitik tolak dari kenyataan berbagai konflik yang terjadi selama ini, saya mengajak semua kalangan terutama umat Kristiani untuk menghayati makna kelahiran Yesus Kristus Penebus," katanya.

Semua hal itu, katanya, bertujuan agar kita semua menjadi lebih arif dan bijaksana dalam mengaktualisasi hikmah Natal selaras dengan dinamika tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurut dia, pola pikir, sikap, dan perilaku seperti itu harus ditumbuhkembangkan sebagai wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat yang bisa menjamin keberlangsungan Republik Indonesia.

"Marilah kita sama-sama menyadari bahwa persatuan, kesatuan, dan pengabdian kepada negara juga menjadi bagian dari pengamalan perintah Allah Tuhan kita," katanya.

Apabila seluruh umat Kristiani bisa mengamalkan hal itu, katanya, maka hikmah Natal ini akan jelas memancarkan damai sejahtera dan cinta kasih sesuai ajaran Yesus Kristus sebagai Juru Selamat Dunia.

Peringatan Natal, menurut dia, bukan semata-mata ritual religi yang rutin dilakukan di penghujung atau awal tahun seperti yang sekarang ini dilaksanakan.

"Marilah kita jadikan Natal untuk menjadi sumber inspirasi dan motivasi untuk meningkatkan iman dan etos kerja sesuai yang Allah Tuhan berikan kepada setiap diri kita," katanya.(*)




: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026