"Bambu-bambu itu saat ini sudah dikerjakan untuk dipasang di lokasi pementasan," kata panitia kegiatan tersebut Wayan Redika di Denpasar, Kamis.
Ia menjelaskan, dalam sepekan terakhir menjelang kegiatan itu telah dilakukan berbagai persiapan, terutama karya instalasi bambu yang menghubungkan dua pohon kelapa di tempat kerja (studio) seniman Wayan Sujana Suklu.
"Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari, 29-31 Desember 2009, sekaligus menutup tahun 2009 dan menyambut tahun baru 2010," katanya.
Ia mengatakan, ke-27 seniman yang akan terlibat tersebut berasal dari Malaysia, Jerman, Jepang, Polandia, Amerika Serikat dan tuan rumah Indonesia.
Seniman Indonesia berasal dari sejumlah daerah, termasuk Bali yang menampilkan berbagai ragam karya seni.
Wayan Redika menjelaskan, seniman mancanegara dalam aktivitas seni di Pulau Dewata kali ini antara lain menampilkan karya tari, musik, instalasi, fotografi, karya kanvas dan berbagai pergelaran.
"Kegiatan yang baru pertama kali digelar di sepanjang pantai Lepang, Klungkung ini sebagai upaya memberikan ruang kepada seniman melakukan proses kreatif," tutur Wayan Redika.
Kegiatan selama tiga hari, termasuk pengunjung diberikan kesempatan memainkan 100 gendang jambe untuk ditabuh secara bergantian itu, seluruhnya akan didokumentasikan secara lengkap dalam bentuk film, buku dan fotografi, tutur Wayan Redika.
Ketua panitia kegiatan tersebut Wayan Sujana Suklu menambahkan, aktivitas seni tersebut diharapkan mampu mendukung kegiatan seni, budaya dan pariwisata yang kini penggarapannya lebih diintensifkan oleh Pemkab Klungkung.
Pantai Lepang, Klungkung sengaja dipilih sebagai tempat penyelenggaraan aktivitas itu karena Klungkung memiliki sejarah seni budaya yang kental.
Bahkan peninggalan sejarah yang mencerminkan aktivitas seni budaya masa lalu masih diwarisi hingga sekarang, antara lain museum Kertagosa dan komunitas seni wayang kamasan, ujar Sujana Suklu.
Sementara Daniel Kho, seniman asal Malaysia yang ikut merancang kegiatan tersebut, berkeinginan kegiatan serupa bisa digelar setiap tahun secara bergantian di sejumlah negara.
"Kami ingin kegiatan seperti di Bali ini tahun 2010 bisa digelar di Malaysia," ujarnya. (*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.