Denpasar (Antara Bali) - Badan SAR Nasional diminta memprioritaskan program penanggulangan bencana di Kabupaten Karangasem.
    
Permintaan tersebut disampaikan secara langsung oleh Bupati Karangasem I Wayan Geredeg saat menerima tim Basarnas Posko Denpasar di Amlapura, Kamis.
    
"Kabupaten Karangasem merupakan daerah rawan bencana, mulai banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, gunung meletus, angin ribut, hingga bencana di laut," kata Bupati sebagaimana ditirukan Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Karangasem I Gede Waskita Sutadewa di Denpasar.
    
Bupati juga meminta Basarnas memberikan pelatihan penanggulangan bencana dan membentuk Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista).
    
Kabupaten di paling timur Pulau Dewata itu memiliki kontur wilayah berbukit dan bergunung karena adanya Gunung Agung yang pernah meletus dahsyat pada 1963 itu.
    
Karangasem juga memiliki garis pantai sepanjang 87 kilometer dan posisi ngarai yang dapat memicu perbedaan tingkat kelembaban udara sehingga membuat tempratur udara berpindah tekanan yang dapat menimbulkan angin kencang.
    
Dari pihak Basarnas Denpasar menyanggupi memberikan pelatihan kepada 40 orang tenaga sukarelawan. Mereka dilatih upaya penyelamatan korban bencana di air. Pelatihan berikutnya pada korban bencana di darat dan gunung.
    
Terkait pembentukan Balawista, Basarnas akan memberikan pelatihan kepada tenaga sukarelawan di kawasan objek wisata, seperti Tulamben, Jasri, Candidasa, Ujung, dan Amed.(M038/T007)


Editor : Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026