"Hingga saat ini virus nipah desease masih mengancam peternakan babi masyarakat yang berada di kawasan perbatasan," kata Kepala Disnakeswan Provinsi Kalbar
Ia menjelaskan, Disnakeswan Provinsi Kalbar setahun lalu telah melakukan penelitian terhadap sekitar 65 kelelawar di daerah perbatasan yang diduga menularkan nipah desease terhadap ternak babi tetapi hingga kini virus tersebut masih mengancam peternakan masyarakat.
Manaf menjelaskan, sistem pergerakan penularan nipah disease dengan virus yang dibawa melalui gigitan nyamuk maupun kelelawar dari negara jiran memang sulit untuk diantisipasi.
"Karena hingga kini kami belum menemukan cara jitu untuk mencegah nyamuk maupun kelelawar dari negara tetangga agar tidak memasuki wilayah perbatasan Kalbar," ungkapnya.(IGT/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.