"Selain memeriksa warga, kami juga memantau intensif rumah korban meninggal akibat flu burung," kata Kepala Diskes Kabupaten Bangli, Dewa Made Siangan, Rabu.
Saat ini, pihaknya tetap melakukan pengawasan ketat terhadap warga yang sebelumnya berhubungan dengan korban.
Pemeriksaan dan pengawasan itu dilakukan untuk mengantisipasi munculnya penyakit mematikan itu di Banjar Antugan.
Sebelumnya Ni Wayan Purnami, ibunda bocah korban keganasan flu burung, yakni I Wayan Aldiawan ( 10) dan adiknya Ni Nengah Rika Ani (5) asal Banjar Antugan, Desa Jehem, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli mengalami guncangan jiwa.(**)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.