Denpasar (Antara Bali) - Data Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Denpasar menyebutkan tidak terdapat cuaca yang ekstrem saat terjadi musibah tenggelamnya kapal motor "Sri Murah Rezeki" di perairan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung Bali pada Selasa (20/9) lalu.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Balai Besar Wilayah III BMKG Denpasar Wayan Suardana di sela-sela evaluasi dan penutupan kegiatan pencarian 13 korban hilang di posko SAR Denpasar, Base Ops Lanud Denpasar, Selasa.

"Kami tidak menyebut cuaca bukan faktor penyebab kecelakaan, namun dari data BMKG yang tercatat saat jam kejadian, arus laut di permukaan adalah 5 sentimeter per detik. Jadi itu cuaca normal," katanya.

Sementara kejadian tenggelamnya kapal pada sekitar pukul 00.00 Wita tersebut, kondisi kecepatan angin pun tercatat 5 hingga 10 knot. "Kecepatan angin yang ekstrem itu, jika berada di lebih dari 25 knot," imbuhnya.

Sedangkan tinggi gelombang laut pada saat kejadian juga hanya 1 hingga 1,5 meter, namun dengan tinggi gelombang yang tidak terlalu besar tersebut mampu membuat kapal bermuatan 35 orang penumpang itu terbalik.(**)




: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026