"Hal ini terjadi karena kurangnya pemahaman petani, selain mayoritas petani Bali sudah berusia lanjut," katanya di Denpasar, Selasa.
Ia mengatakan, walaupun para petani sudah diberikan penjelasan dari para penyuluh pertanian, tetapi terkadang petani masih menggunakan metode-metode tradisional.
"Termasuk pengaturan pola tanam. Saat petani diarahkan menanam jenis tanaman holtikultura di musim kemarau, anjuran ini sering tidak diindahkan. Justru mereka memilih tetap menanam padi dan padi," ujarnya.
Akibatnya, kata dia, saat kondisi kekeringan seperti saat ini petani harus siap mengalami gagal panen pada tanaman padinya karena padi termasuk tanaman yang sangat tergantung pada ketersediaan air.(**)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.