"Membaiknya kondisi ekonomi konsumen itu berkat dorongan meningkatnya pendapatan rumah tangga yang mampu memberikan kontribusi nilai indeks sebesar 110,54 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bali I Gede Suarsa di Denpasar, Kamis.
Ia mengatakan, membaiknya kondisi ekonomi konsumen juga didorong oleh keyakinan konsumen, bahwa tidak ada pengaruh inflasi terhadap konsumsi konsumen, mengingat nilai indeks 106,99 persen.
BPS melaksanakan survei yakni survei tendensi konsumen (STK) yang respondennya sub-sampel dari survei angkatan kerja nasional (Sakernas) khusus di daerah perkotaan.
Pemilihan sampel dilakukan antara triwulan guna memperoleh gambaran yang lebih akubat mengenai perubahan persepsi konsumen antarwaktu.
Gede Suarsa menjelaskan, dari hasil survei yang dilakukan ke delapan kabupaten dan satu kota di Bali memprakirakan nilai ITK di Bali dalam triwulan III-2011 sebesar 112,56 persen, artinya kondisi ekonomi konsumen akan lebih baik.
Selain itu tingkat optimisme konsumen juga bisa dikatakan diperkirakan lebih baik dibanding triwulan II-2011.
Hal itu karena nilai ITK triwulan I-2011 hanya mencapai 107,07 persen. Perkiraan membaiknya kondisi ekonomi konsumen pada triwulan yang akan datang berkat perkiraan konsumen akan terjadinya peningkatan pada pendapatan mengingat indeks mencapai sebesar 116,84 persen.
Sementara untuk keyakinan terhadap pembelian barang tahan lama tampaknya tidak mengalami perubahan yang berarti, karena indeksnya sebesar 103,68 persen, tutur Suarsa.
ITK merupakan sebuah indeks yang menggambarkan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan serta perkiraan pada triwulan mendatang.
Dengan demikian ITK bisa dikatakan sebagai salah satu indikator dini perekonomian yang telah disajikan secara terkini.
Keberadaan ITK menjadi sebuah indikator dini, yang tidak terlepas dari masih besarnya peran konsumsi yang dipentaruhi oleh prilaku dan persepsi konsumen terhadap perekonomian nasional maupun regional, tutur Gede Suarsa.(**)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.