Semarapura (Antara Bali) - Kepala Dinas Pendidikan Nasional Klungkung I Nengah Wijana melibatlan paranormal untuk mengejar pencurian brankas yang berisi uang Rp140 juta beberapa waktu lalu.

"Kami memang terus berupaya mencari petunjuk pelaku pencurian dan pembongkaran brankas di kantor, kami sudah mendatangkan empat paranormal," katanya di Semarapura, Senin.

Namun, kata Wijana, upaya itu tidak bisa dijadikan pegangan hanya sekadar untuk mendapatkan petunjuk. Hasilnya ada kesamaan di antara hasil penelaahan keempat paranormal  itu, yakni aksi pencurian tersebut dilakukan pada malam hari sekitar pukul 23.00 Wita.

"Selain itu, ciri-ciri pelaku juga dikemukakan yakni orangnya tinggi agak kurus," katanya.

Ia mengaku, saat kejadian ada Waker yang bertugas. Namun saat itu yang bersangkutan sedang pergi ke Denpasar. "Kami tidak bisa menyalahkan si Waker atau penjaga sekolah saja.

"Maklum mereka bekerja sendirian tanpa ada liburnya," jelas Wijana.

Ia mengakui kalau saat ini waker yang dimilikinya hanya satu orang. Untuk itu pihak Disdik juga berencana akan menambah satu waker lagi.

Kepala Sub Bagian Dinas Pendidikan Klungkung, I Ketut Sujana mengatakan, kalau saat itu ada rencana akan ada pencairan uang lauk pauk para guru sebesar Rp2 miliar.

Hanya saja hal itu, tidak jadi dilakukan karena ada kendala saat pencairan di bank.

"Mungkin pencairan itu didengar oleh pelaku sehingga brankas Dinas Pendidikan dibobol, karena pencuri mengira uang itu akan disimpan di brankas," katanya.

Sementara itu, soal bonus atlet Porsenijar sudah dimasukan dalam masing masing amplop.

"Sebenarnya tinggal membagikan saja dan masih menanti waktu tepat bupati, namun keburu dilarikan pelaku," katanya.

Pelaku sendiri masuk dari pintu belakang, malah pelaku melakukan aksinya secara leluasa. Bahkan sempat merapikan bangku terlebih dulu sebelum mencongkal brankas yang lumayan berat tersebut, atas kejadian ini Rp140 juta ambles dibawa maling.

Sejauh ini polisi nampak masih buntu. Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP IB Putra mengaku masih melakukan penyelidikan.(*)


Editor : Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026