New York (Antaranews Bali) - Kurs dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah.
Bank sentral AS pada Rabu (31/1) memutuskan untuk mempertahankan target tingkat suku bunga acuan federal fund pada 1,25 sampai 1,5 persen setelah akhir pertemuan dua hari, sementara memberikan penilaian positif terhadap pertumbuhan ekonomi AS baru-baru ini.
"Kenaikan dalam lapangan pekerjaan, pengeluaran rumah tangga, dan bisnis investasi tetap telah menguat, serta tingkat pengangguran tetap rendah," Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), komite pembuat kebijakan the Fed, mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dilansir Xinhua.
The Fed juga memperkirakan inflasi AS pada basis 12 bulan "bergerak naik tahun ini dan menjadi stabil" di sekitar target bank sentral 2,0 persen dalam jangka menengah. Ketua Fed saat ini, Janet Yellen, akan menyerahkan kepemimpinan bank sentral kepada Jerome Powell akhir pekan ini.
"Tidak ada kejutan dalam pernyataan hari ini. The Fed tetap berkomitmen untuk kenaikan (suku bunga) secara bertahap, yang pertama tahun ini mungkin terjadi pada Maret. Untuk saat ini, para peserta mengambil pertumbuhan yang lebih kuat, namun, seperti biasa, mereka akan memantau data yang masuk," kata Chris Low, kepala ekonom FTN Financial.
Di sektor ekonomi, lapangan pekerjaan sektor swasta meningkat sebesar 234.000 dari Desember ke Januari, berdasarkan penyesuaian secara musiman, mengalahkan perkiraan pasar, menurut Laporan Ketenagakerjaan Nasional yang dikeluarkan oleh ADP Research Institute pada Rabu (31/1).
Angka ADP secara luas dilihat sebagai indikator awal untuk laporan penggajian non pertanian atau "non-farm payrolls" yang akan dirilis pada Jumat (2/2). Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,04 persen menjadi 89,120 pada akhir perdagangan.(WDY)
Pewarta: Apep SuhendarEditor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.