Denpasar (Antara Bali) - Subak Lodtunduh perkampungan seniman Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali mendapat bantuan dari pemerintah berupa balai subak senilai Rp100 juta, namun harus menyediakan lahan untuk balai pertemuan bagi anggota petani tersebut.

"Sadar tidak memiliki lahan yang memadai untuk lokasi balai subak, 70 petani yang terhimpun dalam subak itu sepakat menolak bantuan itu untuk dialihkan kepada subak lainnya," kata Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Udayana Prof Dr I Wayan Windia, MS di Denpasar, Selasa.

Prof Windia sedang melakukan penelitian tentang model pengembangan agrowisata dalam wilayah organisasi pengairan tradisional bidang pertanian di subak Lodtunduh (Gianyar), Subak Anganbaya, Penatih (Kota Denpasar) dan subak Guama (Kabupaten Tabanan).

Ia menilai, sebanyak 70 anggota subak Lodtunduh, Ubud mempunyai kesadaran dan tanggung jawab yang tinggi dalam mempertahankan lahan sawah dan kelestarian lingkungan.

"Adanya bantuan pemerintah untuk membangun balai pertemuan yang permanen itu, bisa saja anggota subak memanfaatkan lahan sawah untuk lokasi pembangunan, namun hal itu tidak dilakukan dengan pertimbangan agar kawasan itu tetap lestari," tutur Prof Windia.

Ia menambahkan, 70 petani yang terhimpun dalam subak Lodtunduh seluruhnya menggarap lahan seluas 30 hektare itu sepakat menjaga kelestarian subak, jangan sampai alih fungsi dengan cara tidak menjual lahan miliknya masing-masing.

Walaupun dalam kondisi terpaksa menjual sawah, harus ada kesepakatan dengan pembeli, yang disaksikan anggota subak lainnya, bahwa lahan pertanian itu akan tetap dipertahankan fungsinya untuk kepentingan sektor pertanian, tutur Prof Windia.

Kesadaran yang tumbuh dari petani semacam itu perlu mendapat respon dari pemerintah Kabupaten Gianyar maupun Pemerintah Provinsi Bali untuk memberikan kemudahan kepada mereka dalam mempertahankan kelestarian sawah.

Petani memerlukan kemudahan antara lain menyangkut keringanan dalam perbayaran pajak, sehingga Pemkab Gianyar perlu memberikan subsidi dalam pembayaran pajak petani. Selain itu juga memberikan subsidi pupuk, bantuan lainnya yang diperlukan petani dan menjamin kelancaran air irigasi subak, tutur Prof Windia.(*)




Editor : Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026