"Target pendapatan itu meningkat sekitar delapan persen dari pendapatan yang diperoleh pada 2010 sebesar Rp68 miliar," kata Direktur PDAM Denpasar Putu Gede Mahaputra di Denpasar, Minggu.
Dia menjelaskan, ditingkatkannya target pendapatan itu seiring semakin bertambahnya jumlah pelanggan.
Selain itu, peningkatan target tersebut dilihat dari realiasisi pendapatan tahun sebelumnya yang memenuhi ketentuan yang diharapkan.
"Kami optimis target yang ditetapkan untuk tahun ini bisa dicapai dengan cara meningkatkan terus kapasitas produksi dan menambah pelanggan baru," ujarnya.
Salah satu cara untuk meningkatkan pelanggan adalah dengan meningkatkan kapasitas instalasi pengolahan air yang siap didistribusikan untuk mengurangi daftar tunggu calon pelanggan yang semakin banyak.
"Selain untuk mengurangi daftar tunggu, peningkatan itu juga untuk menambah pasokan air ke pelanggan," ucapnya.
Dia menjelaskan, alternatif peningkatan produksi pada instalasi pengolahan air (IPA) di sumur induk Jalan Ayung Denpasar, dilakukan karena ibu kota Provinsi Bali itu tidak memiliki sumber mata air.
Sehingga untuk memenuhi pasokan air, tambah dia, pihaknya hanya mengandalkan sumber air permukaan atau beli dari daerah di luar wilayah Kota Denpasar.
Air itu dibeli dari PDAM Badung dan Gianyar serta dari PT Tirta Buana Mulia. Walaupun demikian, hal itu belum mampu mencukupi kebutuhan air bersih di Denpasar.
Saat ini kapasitas produksi air masih di bawah kebutuhan, yakni 1.178 liter per detik, sedangkan jumlah yang harus dipenuhi 1.375 liter/detik. Akibatnya, PDAM masih kekurangan kapasitas produksi sebanyak 197 liter per detik.
"Kami sudah mengoptimalkan kapasitas di instalasi pengolahan air Ayung dari 300 liter per detik menjadi 550 liter setiap detiknya," ujarnya.
Gede Mahaputra mengatakan, selain meningkatkan kapasitas produksi di IPA yang ada, pihaknya juga melakukan berbagai usaha untuk meningkatkan pelayanan.(*)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.