Pengamat pariwisata dan pemandu wisata daerah ini, Wayan Sudana, di Denpasar, Kamis, menjelaskan, pelancong asal negara di kawasan Eropa yang menyenangi tata cara kehidupan masyarakat Bali bertambah banyak.
Data Dinas Pariwisata Bali menyebutkan bahwa turis khusus asal Eropa yang datang berlibur ke Bali selama Januari-Mei 2011 tercatat 240.728 orang, bertambah dari periode sama 2010 hanya 230.332 orang.
Ia menyebutkan, pelancong asal Eropa berlama-lama bisa tinggal di Bali karena memiliki kegemaran menyaksikan tata cara hidup masyarakat seperti adat istiadat masyarakat yang dinilai tidak ada duanya di dunia.
Upacara ngaben "pembakaran mayat" di Bali misalnya, menjadi kesempatan yang tidak disia-siakan oleh turis asing asal Eropa. Kegiatan itu bisa disaksikan secara tidak dijadwalkan di daerah perkampungan yang tersebar di pulau Dewata.
Upacara ngaben tidak terjadwalkan dalam informasi pariwisata, namun rombongan turis asing terutama asal Eropa dalam perjalanan wisata di Bali, kemudian menemukan kegiatan upacara itu, mereka senang menyaksikannya.
Apalagi turis bisa menyaksikan masyarakat sedang mengusung Bade (tempat mayat) ke kuburan dan sekaligus pembakaran mayat. Mereka tentu menyaksikan sambil membidikkan kameranya berkali-kali, tutur Sudana.
Upacara Dewa Yadnya di Pura (Tempat suci Hindu di Bali) dengan hiasan yang artistik juga menjadi idaman setiap turis asing saat berlibur di pulau ini, karena semua aktifitas tersebut tidak pernah dijumpai di tempat lainnya.
Masyarakat yang sebagian besar menganut agama Hindu di Bali, upacara ritual hampir setiap hari ada saja di daerah ini, kondisi inilah menyebabkan turis Eropa termasuk pelancong negara lainnya lebih dari sekali datang ke Bali.
Sudana mengatakan, aparat pemerintah juga kreatif melakukan kegiatan seni budaya dalam upaya melestarikan kebudayaan daerah ini seperti pelaksanaan Pesta Kesenian Bali yang saat ini berlangsung di Denpasar.
Kegiatan seni budaya inilah yang menjadi daya tarik turis asing ke Bali, tutur pria setengah baya itu sambil menyebutkan turis Eropa semakin ramai berlibur ke Bali bahkan lama tinggalnya rata-rata lebih dari satu minggu dalam sekali knjungan.(*)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.