"Peluncuran program itu sengaja kami fokuskan DI kawasan pertanian terintegrasi (Simantri) 031 di Blahbatuh Gianyar sebagai salah satu bentuk pemasaran kepada para stakeholders," kata Mercya Soesanto, koordinator HFHL melalui siaran pers kepada ANTARA di Denpasar, Sabtu.
Dia menjelaskan, program HFHL berfokus pada pembentukan dan perubahan perilaku konsumen untuk mengkonsumsi pangan yang sehat menjadi hal yang sangat penting.
Program tersebut berpotensi besar memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesadaran konsumen, menciptakan atau mengubah perilaku masyarakat menjadi konsumen yang loyal terhadap pangan sehat.
"Selain itu, kekuatan terbesar lainnya adanya peran kaum muda sebagai subyek penggerak sekaligus pelaku dari program ini yang menjadikan HFHL sarat dengan potensi human capital," ujarnya.
Mercya mengatakan, apabila kedua kekuatan itu digabungkan dengan tepat akan membentuk satu komunitas besar HFHL.
Diharapkan pula, program itu dapat memberikan input positif bagi peningkatan produksi pertanian berkelanjutan dengan menciptakan kuantitas konsumen kaum muda yang besar.
Terciptanya habitat konsumen kaum muda ini akan merangsang terciptakan pemasaran dan penjualan langsung dari kelompok petani kepada pasar kaum muda.
Sehingga dapat memutus rantai jeratan tengkulak yang masih terjadi pada saat ini sehingga kesejahteraan petani menjadi sangat terbatas.
Pemikiran tersebut sangat sejalan dengan misi VECO Indonesia untuk menciptakan posisi tawar yang lebih baik bagi petani.
Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah melalui upaya pemberdayaan kaum muda melalui Healthy Food Healthy Living yang diselenggarakan selama tiga tahun, 2011-2013.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.