Denpasar (Antara Bali) - Bali mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah pertemuan besar Gerakan Pramuka tingkat penegak dan pandega (Raimuna) tingkat nasional yang melibatkan sekitar 10.000 utusan dari 33 provinsi di Indonesia.

"Pertemuan yang berlangsung setiap empat tahun itu akan dilaksanakan di Bali pada tahun 2017," kata Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Dr. H. Adhyaksa Dault, SH. M.Si di Denpasar, Jumat.

Ia mengatakan hal itu ketika mengadakan pertemuan dengan pengurus Kwartir Daerah (Kwarda) Bali yang dipimpin ketuanya Drs. Ketut Wija di Gedung Pramuka Denpasar.

Adhyaksa Dault menambahkan, Bali sengaja dipilih menjadi tuan rumah, karena daerah ini memiliki keunggulan dalam bidang pariwisata, sehingga seluruh peserta dari masing-masing provinsi akan tertarik untuk mengikutinya.

"Bali merupakan icon pariwisata Indonesia yang terkenal dengan julukan Pulau Dewata," ujar Adhyaksa dalam perjalanan dari Nusa Tenggara Timur untuk menghadiri pelantikan Ketua Kwartir Daerah di daerah itu.

Pihaknya menunggu kesiapan dari Pemerintah dan Kwarda daerah Bali. Untuk itu pihaknya akan terus menjalin komunikasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Adhyaksa Dault menjelaskan, dalam memantapkan rencana pelaksanaan Raimuna tersebut, pihaknya akan mengadakan rapat koordinasi Dewan Kerja Nasional (DKN) yang akan berlangsung di Bali, 6-8 November 2016.

Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Provinsi Bali Drs. Ketut Wija menyambut baik dipilihnya Bali sebagai tempat pelaksanaan Raimuna tingkat nasional.

Ia mengatakan, tawaran tersebut sudah pernah disampaikan kepada Gubenur Bali I Made Mangku Pastika dan Wakil Gubenur Bali Ketut Sudikerta.

"Pemerintah Provinsi Bali pada prinsipnya sangat mendukung pertemuan Raimuna tersebut," ujar Ketut Wija.

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Bali telah memberikan dana hibah sebesar Rp 250 juta yang digunakan untuk membangun berbagai perlengkapan dan sarana pendukung di Bumi Perkemahan Candi Pahlawan Taman Pujaan Bangsa Margarana, Kabupaten Tabanan. (WDY)

Pewarta:

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2016