Chicago (Antara Bali) - Perusahaan makanan Tyson mengatakan telah memecat 10 orang pekerja yang kedapatan menganiaya ayam di tempat pembiakan di Virginia, yang terbukti melalui rekaman tersembunyi yang disiarkan oleh kelompok penyayang hewan, Kamis (Jumat WIB).

Perusahaan tersebut juga mengatakan telah melatih kembali para pekerja yang menangani ternak unggas dengan memperhatikan kebijakan kesejahteraan hewan setelah masalah penganiayaan ini menjadi sorotan.

Rekaman video yang dibuat oleh kelompok pembela hewan memperlihatkan pekerja di perusahaan Tyson di sejumlah fasilitas mereka sedang menendang, memukul dan melempar ayam-ayam hidup. Salah seorang pekerja tertangkap rekaman sedang menginjak lumat kepala ayam.

Gambar video yang diambil pada Mei dan Juni diunggah di laman kelompok pegiat yang memperjuangkan peri-kehewanan dan mendorong gerakan vegetaris. (http://cok.net/)

Perusahaan daging olahan tingkat dunia yang berada di Springdale, Arkansas, mengatakan "sangat tidak bisa menerima tindakan oknum-oknum" seperti dalam rekaman itu.

Tyson yakin hal itu tidak cukup untuk menghentikan tindakan tidak layak terhadap hewan di tempat mereka dan berjanji untuk menilik ulang dan memastikan bahwa kebijakan perusahaan akan ditaati.

Rekaman itu setidaknya merupakan yang kelima sejak 2015 yang diambil diam-diam untuk merekam penganiayaan hewan di perusahaan Tyson.

Perusahaan daging ayam terbesar di dunia itu mengirim pasokan untuk jaringan rumah makan McDonald, KFC dan daging olahan bagi sejumlah rumah makan yang lain.

"Penganiayaan terhadap hewan bukan dilakukan oleh segelintir oknum saja tetapi masalah sistematik yang perlu diselesaikan oleh perusahaan," kata Erica Meier, direktur eksekutif Compassion Over Killing, lembaga penyayang hewan itu, dalam wawancara.

Pihak perusahaan ataupun lembaga itu secara terpisah mengatakan mereka sudah menempuh jalur hukum untuk menangani para pekerja tersebut.

"Tyson harus mempertanggungjawabkan kekerasan tersebut," kata Meier seerti dikuti Reuters.

Perusahaan juga mengatakan telah menghentikan praktik menyumpalkan plastik ke paruh ayam jantan untuk mencegahkan mematuk makanan bagi ayam betina. (WDY)

Pewarta:

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2016