Jakarta (Antara Bali) - Untuk menarik perhatian publik terhadap pentingnya gajah dan hutan Indonesia, Uni Eropa menggarap film dokumenter pendek yang mempromosikan perlindungan gajah "Save our forest giants" yang dibintangi Nicholas Saputra.

"Sangat penting bagi kita untuk meningkatkan kesadaran. Kami peduli untuk melindungi lingkungan karena dapat menimbulkan banyak sekali resiko," kata Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia and Brunei Darussalam Vincent Guerend, di Jakarta, Minggu.

"Dalam hal ini gajah di mana dapat meningkatkan resiko kematian bagi anak gajah," sambung dia.

Acara peluncuran tersebut juga didukuhg oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

"Seperti yang diketahui, Indonesia banyak sekali dianugrahi tidak hanya tumbuh-tumbuhan tapi juga hewan, maka dari itu kami berusaha untuk melindungi gajah," kata Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Tachrir Fathoni.

Film dokumenter pendek tentang hutan dan gajah Indonesia tersebut menyoroti pentingnya perlindungan hutan dan gajah.

"Gajah bagaikan payung besar, jika kita melindungi habitat gajah maka kita bisa melindungi hewan lainnya," ujar Kepala Unit Tanggap Konservasi (CRU) Tangkahan, Wahdi Azmi.

Dokumenter pendek "Save Our Forest Giants" diproduksi oleh Nicholas Saputra dan Amanda Marahimin dengan dukungan dari Uni Eropa.

"Sekitar 10 tahun lalu saya berpergian ke Tangkahan, di situ saya tertarik, dan saya mendengar banyak masalah dan tantangan yang harus dihadapi," kata Nicholas Saputra.

"Maka dari itu, saya merasa untuk meningkatkan kesadaran masyarakat adalah tanggung jawab saya," lanjut dia.

Lebih lanjut, film dokumenter pendek "Save Our Forest Giants" juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan mendorong penelitian tentang virus herpes baru, EEHV.

Virus ini dapat menyebabkan penyakit hemoragik berat pada gajah dan diduga menyebabkan tingkat kematian tinggi pada gajah muda Asia (1-8 tahun).

Kematian ini dapat terjadi dalam waktu 1-2 hari dari tanda-tanda awal, sehingga diagnosis dini serta dan pengobatan sangat penting bagi kelangsungan hidup gajah.

"Kenapa jumlah gajah terus berkurang, pertama karena konflik dengan manusia di mana habitat mereka banyak berubah seperti menjadi perkampungan, kemudian mereka keluar dari habitat lalu terjadi konflik dengan manusia," kata Tachrir.

"Kedua, penyakit dan virus. Kami meningkatkan perlindungan terhadap gajah, di saat yang bersamaan kami juga harus melindungi habitat mereka, tidak hanya di taman nasional, tapi juga habitat di luar area konservasi," tambah dia. (WDY)

Pewarta: Pewarta: Arindra Meodia

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2016