Denpasar (Antara Bali) - Kegiatan lomba musik gender wayang anak-anak yang diikuti berbagai daerah di Pulau Dewata, dalam acara Pesta Kesenian Bali ke-38, di Taman Budaya, Denpasar, Sabtu, diharapkan dapat menggali potensi generasi muda untuk melestarikan kesenian Bali itu.

"Melalui lomba ini akan banyak anak-anak muda ingin memainkan alat musik gender wayang ini," kata salah satu Juri Lomba Gender Wayang Anak I Wayan Sujana di Taman Budaya, Denpasar.

Ia mengatakan, dalam lomba gender wayang ini diikuti duta dari Kabupaten Buleleng, Tabanan, Jembrana, dan Karangasem. "Tujuan kegiatan ini juga sebagai pembinaan anak-anak muda kita agar lebih tekun mempelajari gender wayang ini," ujarnya.

Wayan Sujana mengakui, kesenian gender wayang sudah merambah ke sekolah-sekolah yang ada di Bali dan mulai dipelajari oleh siswa sekolah dasar.

"Melihat perkembangan sekarang ini, peminat gender sudah semakin banyak dan sudah mulai dari sekolah dasar," ujar Sujana.

Ia mengharapkan, kesenian gender wayang ini tetap eksis sepanjang jaman dengan didukung keinginan generasi muda untuk memainkan instrumen musik ini.

"Alat musik gender wayang ini bentuknya juga unik, karena dimainkan dengan dua tangan dan cara bermainya harus mengimbangi tangan kanan dan kiri, sehingga menghasilkan alunan melodi yang beda, sehingga kedengaran dinamis dan melodis," ujarnya.

Ia menegaskan, alat musik ini memang perlu banyak dilatih dan cukup sulit dimainkan. Namun, apabila dasar-dasar memainkan alat musik ini sudah diketahui, maka diyakini akan dimainkan dengan baik. D

I Made Manipuspaka (9), peserta dari Sanggar Buratwangi, Banjar Ole, Desa Marga Dauh Puri, yang ditunjuk sebagai duta kesenian Kabupaten Tabanan mengatakan baru pertama kalinya turun pada ajang lomba gender wayang anak ini.

"Saya baru memainkan alat musik ini, karena cara memainkannya sangat unik," ujarnya.

Ia mengakui, sudah dua kali mengikuti lomba gender wayang anak ini saat PKB. Tahun 2015 lalu, saya sempat mengikuti lomba gong kebyar di PKB. Belum lama ini dia juga ikut ambil bagian pada ajang Gelar Seni Akhir Pekan (GSAP) Bali Mandara Nawanatya," ujarnya.

Ke depannya, ia ingin menjadi seniman gender wayang dan menjadi guru untuk kesenian tersebut. (WDY)

Pewarta: Pewarta: I Made Surya

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2016