Singaraja (Antara Bali) - Kepolisian Resor Buleleng, Bali, menyatakan akan menindak tegas organisasi masyarakat (ormas) yang melakukan tindakan anarkis di wilayah itu sebagai salah satu upaya mewujudkan keamanan dan ketertiban jelang pilkada 2017 mendatang.
"Kami berharap ormas mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban bukan malah sebaliknya menimbulkan kegaduhan dan perbuatan anarkis," kata Kepala Polres Buleleng, Ajun Komisaris Besar Polisi Made Sukawijaya di Kota Singaraja, Selasa.
Ia mengatakan, Polres dan jajaran tidak akan pandang bulu melakukan penindakan ormas anarkis. Jangan sampai kekerasan ormas di kabupaten lainnya di Pulau Dewata terjadi lagi di Buleleng.
"Kami imbau dengan tegas bahwa keamanan dan ketertiban menjadi tujuan kita bersama. Oleh karena itu, jangan sampai ada kelompok-kelompok memicu kericukan dan anarkisme," tambahnya.
Sukawijaya juga berpendapat, masyarakat melalui desa adat bersama polisi di desa (babinkamtimmas) di wilayah itu ikut berperan mewujudkan keamanan dengan rutin melakukan pengawasan dan koordinasi.
"Koordinasi dan komunikasi penting dilakukan antara jajaran kepolisian, TNI, desa adat dan kepala desa. Keamanan harus juga diwujudkan dari tingkat bawah," papar dia.
Di sisi lain, mengenai pemilihan kepala daerah (pilkada) 2017 di Kabupaten Buleleng dimana pada Agustus mendatang sudah mulai taharapan verifikasi calon perseorangan, Polisi akan semakin intensif berpatroli dan melakukan tindaka pengamanan wilayah.
"Kami sudah memetakan titik-titik rawan di Buleleng dibagi menjadi tiga wilayah, pengamanan sentral di kepolisian sektor (Polsek) masing-masing kecamatan, ditopang kekuatan personel dari Markas Polres," demikian Sukawijaya. (WDY)
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2016
"Kami berharap ormas mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban bukan malah sebaliknya menimbulkan kegaduhan dan perbuatan anarkis," kata Kepala Polres Buleleng, Ajun Komisaris Besar Polisi Made Sukawijaya di Kota Singaraja, Selasa.
Ia mengatakan, Polres dan jajaran tidak akan pandang bulu melakukan penindakan ormas anarkis. Jangan sampai kekerasan ormas di kabupaten lainnya di Pulau Dewata terjadi lagi di Buleleng.
"Kami imbau dengan tegas bahwa keamanan dan ketertiban menjadi tujuan kita bersama. Oleh karena itu, jangan sampai ada kelompok-kelompok memicu kericukan dan anarkisme," tambahnya.
Sukawijaya juga berpendapat, masyarakat melalui desa adat bersama polisi di desa (babinkamtimmas) di wilayah itu ikut berperan mewujudkan keamanan dengan rutin melakukan pengawasan dan koordinasi.
"Koordinasi dan komunikasi penting dilakukan antara jajaran kepolisian, TNI, desa adat dan kepala desa. Keamanan harus juga diwujudkan dari tingkat bawah," papar dia.
Di sisi lain, mengenai pemilihan kepala daerah (pilkada) 2017 di Kabupaten Buleleng dimana pada Agustus mendatang sudah mulai taharapan verifikasi calon perseorangan, Polisi akan semakin intensif berpatroli dan melakukan tindaka pengamanan wilayah.
"Kami sudah memetakan titik-titik rawan di Buleleng dibagi menjadi tiga wilayah, pengamanan sentral di kepolisian sektor (Polsek) masing-masing kecamatan, ditopang kekuatan personel dari Markas Polres," demikian Sukawijaya. (WDY)
Editor : I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2016