Denpasar (Antara Bali) - Hasil panen di Subak Pulagan, Kabupaten Gianyar yang merupakan binaan Bank Indonesia Provinsi Bali tercatat melonjak dari sebelumnya mencapai 5,4 ton menjadi 9,19 ton per hektare pada lahan seluas 13,8 hektare.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Dewi Setyowati di Denpasar, Jumat, menjelaskan bahwa dengan adanya pembinaan yang dilakukan secara intensif melalui perlakuan organik metode intensifikasi sistem pertanian atau SRI dengan pola jajar legowo dua banding satu.
Awalnya rata-rata panen yang dihasilkan petani sebelum dibina BI hanya mencapai 5,4 ton per hektare.
Namun setelah dibina bank sentral itu, pada panen tahap pertama hasilnya melonjak mencapai 8,7 ton per haktare dan pada panen tahap kedua menjadi 9,19 ton per hektare.
"Ini membuktikan bahwa penanaman padi tanpa penggunaan obat-obat kimia dapat menghasilkan peningkatan produksi," ucap Dewi.
Petani, ujar dia, saat ini telah merasakan bahwa biaya yang dikeluarkan untuk menanam padi semakin berkurang berkat telah mandirinya petani dalam membuat pupuk organik baik pupuk padat maupun pupuk cair dan pestisida nabati yang dikombinasikan teknologi "microbacter alfafa" atau MA-11.
Beras sehat yang dikembangkan di salah satu lokasi warisan budaya dunia tersebut merupakan program percontohan pertanian ramah lingkungan yang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Gianyar dan jajaran Dandim serta polsek setempat.
BI, lanjut dia, dalam pengembangan program ketahanan pangan di Provinsi Bali tahun 2016 membuat 13 demplot dan klaster yang tersebar di enam kabupaten.
Komoditas yang dikembangkan adalah kopi, bawang merah, cabai merah, padi dan sapi bali dengan pola mengarah organik.
"Dengan pengembangan sektor komoditas pangan yang mempengaruhi inflasi di Bali diharapkan hasilnya dapat mendukung ketersediaan komoditas pangan di Pulau Dewata dan menekan gejolak harga pemicu inflasi," katanya.
Tak hanya itu untuk daerah perkotaan, BI juga mengembangkan sistem pertanian lahan sempit atau "urban farming" yang menyasar tiga kabupaten di Bali melibatkan ibu-ibu PKK dan warga binaan di Lapas Gianyar. (WDY)
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2016
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Dewi Setyowati di Denpasar, Jumat, menjelaskan bahwa dengan adanya pembinaan yang dilakukan secara intensif melalui perlakuan organik metode intensifikasi sistem pertanian atau SRI dengan pola jajar legowo dua banding satu.
Awalnya rata-rata panen yang dihasilkan petani sebelum dibina BI hanya mencapai 5,4 ton per hektare.
Namun setelah dibina bank sentral itu, pada panen tahap pertama hasilnya melonjak mencapai 8,7 ton per haktare dan pada panen tahap kedua menjadi 9,19 ton per hektare.
"Ini membuktikan bahwa penanaman padi tanpa penggunaan obat-obat kimia dapat menghasilkan peningkatan produksi," ucap Dewi.
Petani, ujar dia, saat ini telah merasakan bahwa biaya yang dikeluarkan untuk menanam padi semakin berkurang berkat telah mandirinya petani dalam membuat pupuk organik baik pupuk padat maupun pupuk cair dan pestisida nabati yang dikombinasikan teknologi "microbacter alfafa" atau MA-11.
Beras sehat yang dikembangkan di salah satu lokasi warisan budaya dunia tersebut merupakan program percontohan pertanian ramah lingkungan yang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Gianyar dan jajaran Dandim serta polsek setempat.
BI, lanjut dia, dalam pengembangan program ketahanan pangan di Provinsi Bali tahun 2016 membuat 13 demplot dan klaster yang tersebar di enam kabupaten.
Komoditas yang dikembangkan adalah kopi, bawang merah, cabai merah, padi dan sapi bali dengan pola mengarah organik.
"Dengan pengembangan sektor komoditas pangan yang mempengaruhi inflasi di Bali diharapkan hasilnya dapat mendukung ketersediaan komoditas pangan di Pulau Dewata dan menekan gejolak harga pemicu inflasi," katanya.
Tak hanya itu untuk daerah perkotaan, BI juga mengembangkan sistem pertanian lahan sempit atau "urban farming" yang menyasar tiga kabupaten di Bali melibatkan ibu-ibu PKK dan warga binaan di Lapas Gianyar. (WDY)
Editor : I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2016