Busan (Antara Bali) - Kementerian Pariwisata menggelar festival kuliner nusantara di Busan, Korea Selatan untuk menarik wisatawan mancanegara sekaligus mempromosikan "Wonderful Indonesia".

"Kegiatan ini bukan hanya menampilkan cara memasak makanan Indonesia yang dilakukan langsung oleh chef asal Indonesia tapi juga dipadukan dengan tarian dari nusantara, tujuannya agar semakin banyak orang Korea yang kenal dengan budaya Indonesia," kata Kepala Bidang Festival dan Promosi Asia Pasifik Kementerian Pariwisata, Adella Raung di Busan Indonesia Center (BIC), Busan, Sabtu.

Acara tersebut dibuka dengan tarian kreasi "Mojang Priangan" yang dibawakan oleh personil Bandung World Ethnic dan dilanjutkan juga dengan penampilan dari Busan City Womens Culture Center Team yang membawakan musik tradisional khas Korea.

"Korea selalu menjadi salah satu pasar utama pariwisata Indonesia dan merupakan satu dari lima pasar terbesar wisatawan mancanegara, apalagi sejak September 2015 sudah diberlakukan bebas visa untuk wisatawan Korea yang akan mengunjungi Indonesia," tambah Adella.

Pejabat setempat antara lain Buk-Gu Mayor Busan Utara Kwang Jae Kwan dan Direktur BIC Kim Soo-il yang juga memiliki kedai kopi Indonesia di BIC bernama cafe Luwak.

"Karena terlalu pagi banyak orang Korea yang belum datang. Karena BIC juga ada Konsulat Jenderal, maka orang Indonesia banyak yang datang ke sini dari pada kota-kota lain. Saya mengharapkan melalui festival ini ada pertukaran budaya antara Indonesia dan Korea, terima kasih kepada chef yang datang, para seniman dan penduduk yang dekat sini yang sudah datang," kata Jae Kwan.

Koki yang akan melakukan demonstrasi masak berasal dari Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung Christian Helmi Rumayar yang memasak nasi goreng, mi goreng dan sate.

"Ini nasi goreng spesial, tadinya saya mau bawa terasi tapi tidak jadi, cuma bumbu seperti ini sudah cukup untuk pameran," kata chef Christian yang sudah mengajar sejak 1996 itu.

Busan Indonesia Center (BIC) diresmikan pada 2012 dan terletak di Jalan Surabaya di daerah Geumgok-Daero Buku-Gu Busan

Korea Selatan merupakan salah satu pasar utama bagi pariwisata Indonesia. Pada 2014 ada 328.122 kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dari Korea Selatan, meningkat 1,10 persen dari 2013 sejumlah 324.560. Hingga Oktober 2015, data mencatat sudah ada 278.897 kunjungan wisman Korsel atau naik 1,59 persen.

Namun angka tersebut hanya 2 persen dari angka outbound tourism Korsel sejumlah 14,48 juta (data United Nations World Tourism Organization pada 2013). Sehingga peluang Indonesia dalam menggaet lebih banyak wisman Korsel masih sangat terbuka.

Berdasarkan data Kementerian Pariwisata khususnya kuliner, pada 2013 kulier menyumbang nilai tambah sebesar Rp208,6 triliun dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 4,5 persen periode 2012-2013. Sektor kuliner juga menyerap tenaga kerja sebesar 3,7 juta orang dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 26 persen.

Kegiatan promosi ini digelar bersamaan dalam rangka akselerasi promosi pariwisata akhir tahun yang merupakan peak season (puncak) musim liburan. (WDY)

Pewarta: Pewarta: Desca Lidya Natalia

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2015