Nusa Dua, Bali (Antara Bali) - Gubernur Bali Made Mangku Pastika merancang kawasan kantor gubernur setepat menggunakan "solar cell" atau energi listrik yang didapatkan dari sinar matahari.

"Kantor gubernur disulap dulu bagaimana menjadi `green energy` dan di tempat lain," katanya ditemui usai menghadiri Forum Energi Terbarukan di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Sabtu.

Rencana pemasangan "solar cell" itu setelah Pulau Dewata dipilih oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai pusat percontohan energi bersih atau energi terbarukan.

Menurut dia, rencananya penggunaan energi dari sinar matahari itu akan dipasang di atap gedung kawasan kantor gubernur dengan mekanisme penyimpanan energi yang bisa dikonversi menjadi listrik sebagai bahan bakar untuk kendaraan operasional, kendaraan pegawai negeri sipil (PNS), hingga kendaraan dinas gubernur.

"Atapnya kami pasang `solar cell`, energi disimpan dan pagi-pagi orang (pegawai) membawa motor dan mobil mengambil energi listrik. Gubernur juga memakai mobil listrik jadi tidak perlu membeli bahan bakar minyak (BBM)," katanya.

Namun, pihaknya belum mengetahui berapa anggaran untuk pengembangan energi terbarukan itu, mengingat hal tersebut masih dalam tahap perencanaan.

Pastika yang berasal dari Kabupaten Buleleng itu, juga tengah mengambil ancang-ancang untuk membuat regulasi agar bangunan publik lainnya juga menerapkan energi terbarukan.

Energi matahari dinilai mengandung sumber energi besar dan paling potensial bagi masa depan manusia karena sifatnya yang berkelanjutan.

Penggunaan energi matahari diharapkan menjadi energi alternatif setelah pasokan energi konvesional, seperti minyak dan batubara yang semakin menipis dan cenderung tidak ramah lingkungan. (WDY)

Pewarta: Pewarta: Dewa Wiguna

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2015