Denpasar (Antara Bali) - Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang menyertai kunjungan Wakil Presiden Boediono dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu ke China, tercatat memperpanjang masa tinggalnya dalam beberapa hari di negeri tirai bambu itu.
"Rombongan Wapres berara di China selama empat hari, 18-22 Oktober, namun Gubernur Pastika baru akan kembali pada Senin (25/10) mendatang," kata Kabag Publikasi dan Dokumentasi pada Biro Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi Bali I Ketut Teneng di Denpasar, Sabtu.
Ia mengatakan, perpanjangan masa kunjungan Gubernur Pastika selama tiga hari itu untuk membicarakan sejumlah program kerja sama antara China dengan Bali, meskipun hubungan sejumlah provinsi di China dengan Bali selama ini cukup baik.
Rintisan Bali untuk menjalin kerja sama dengan Pemerintah China itu difasilitasi oleh Duta Besar RI di negara tersebut
Ketut Teneng menambahkan, salah satu agenda Gubernur Pastika adalah mematangkan rencana pemerintah China membantu dalam mewujudkan Bali sebagai provinsi hijau dan bersih (Bali Green Province).
Gubernur Pastika menjelang keberangkatannya menjelaskan, Pemerintah China memberikan bantuan untuk mewujudkan "Bali Green Province" dengan mencarikan dana internasional guna merealisasikan itu, sesuai harapan masyarakat setempat maupun wisatawan mancanegara.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan dukungan terhadap komitmen berbagai elemen di Bali untuk mewujudkan daerah ini sebagai provinsi hijau dan bersih.
Selain dari Presiden, dukungan untuk menjadikan Bali yang bersih, sehat, indah, hijau dan lestari juga datang dari berbagai pihak, termasuk Direktur Regional UNEP di Bangkok.
Gubernur Pastika menyadari bahwa upaya mewujudkan Bali menjadi provinsi hijau dan bersih tidak mudah, karena banyak kendala, hambatan dan tantangan.
Adanya komitmen yang tinggi, kerja keras dan konsistensi dari pimpinan daerah, pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga tokoh adat dan agama, diharapkan hal itu bisa terealisasi dengan baik.
Bali provinsi hijau bukan program pemerintah provinsi semata, namun merupakan komitmen dan program seluruh masyarakat Bali untuk menjadikan Bali provinsi yang hijau dan bersih.
Bali provinsi hijau sejak dicanangkan oleh Kepala Negara bersamaan dengan pembukaan Konferensi UNEP di Nusa Dua akhir Februari lalu, telah mendapat perhatian yang cukup luas di tingkat nasional maupun internasional.
Berbagai dukungan, masukan, saran, usul bahkan kritik datang dari berbagai pihak telah diterimanya dengan baik, sekaligus dijadikan bahan masukan dalam menyempurnakan pelaksanaan mewujudkan provinsi hijau.
Ia mengajak semua elemen di Bali untuk berperanserta secara aktif dalam memperbaiki kualitas lingkungan hidup di daerah ini.
Kondisi itu dapat lebih ditingkatkan di masa-masa mendatang untuk menjaga kelestarian lingkungan, karena dengan cara itu Bali yang maju, aman dan sejahtera dapat terwujud.
Selain itu menjaga kebersihan dan kelestarian di wilayah lingkungannya masing-masing, lebih-lebih di kawasan suci.
Oleh sebab itu, sampah, terutama plastik harus dapat ditangani secara tuntas dengan melibatkan seluruh peranserta masyarakat, ujar Gubernur Mangku Pastika.(*)
Editor : Masuki
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2010