Singaraja (Antara Bali) - Polisi temukan sejumlah bom melotov di sejumlah rumah yang menjadi sasaran aksi pembakaran di Desa Lemukih, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali, Jumat.
Bom tersebut antara lain ditemukan di rumah milik Jro Nyarik Winten alias Sonten, seorang "pengerajeg desa", yakni sebutan untuk seorang tokoh adat yang tinggal di Dusun Nangka, Desa Lemukih.
Dari beberapa rumah yang terbakar, sebagian besar penghuninya belum sempat mengamankan sejumlah barang berharga dan ada sebuah sepeda motor yang menjadi korban dalam pembakaran tersebut.
Konflik antarkelompok warga tersebut pertama "meletus" awal Oktober lalu dengan aksi pembakaran rumah milik warga pendukung Desa Adat Lemukih, selanjutnya menyasar sejumlah tempat tinggal serta gudang penyimpanan cengkih milik kubu pemegang sertifikat atas tanah di desa tersebut.
Kasat Reskrim Polres Buleleng AKP Nandang Irwanto mengatakan, beberapa bom molotov yang ditemukan masih bisa teridentifikasi karena rumah yang menjadi sasaran tidak berhasil dibakar.
Berdasarkan data sementara yang berhasil dihimpun ANTARA, tercatat beberapa rumah yang terbakar di kawasan Dusun Nangka, masing-masing milik Wayan Arnawa, Made Redit dan Pan Bawa.
Sementara untuk rumah pendukung pemegang sertifikat yang berada di kawasan Dusun Buah Banjah, masing-masing milik Wayan Sumandra yang ditempati oleh putranya yang akrab disapa Pucuk, serta rumah milik Ketut Sudarma yang dihuni bersama istrinya, Luh Metri.
Di tempat lain di kawasan Dusun Nyuh, tercatat beberapa rumah dari kubu yang kontra dengan pihak Desa Adat Lemukih yang terbakar, masing-masing milik We Mara, Gede Antara, Made Redit, dan Wayan Sukrama.
"Bom molotov tidak ditemukan di semua rumah yang menjadi sasaran. Sebagian rumah tidak dibakar tapi hanya dirusak dengan cara dilempari batu pada bagian kaca jendela serta pintunya," ujar Nandang.
Sampai saat ini, pihak kepolisian mengaku masih belum bisa melakukan penjumlahan terkait dengan kerugian yang ditimbulkan akibat konflik yang berlangsung hampir setiap tahun, yakni sejak sejumlah tanah milik adat disertifikatkan atas nama perorangan.(*)
Editor : Masuki
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2010