Gianyar, Bali (Antara Bali) - Pemerintah Kabupaten Gianyar, Bali, membentuk tim khusus yang bertugas melakukan verifikasi dan validasi data rumah tangga sasaran berlatar belakang ekonomi rendah agar program kesejahteraan rakyat tepat sasaran.
Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar Ida Bagus Gaga Adi Saputra ketika ditemui di Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Selasa, mengakui bahwa selama ini banyak program pemerintah baik di daerah maupun pusat tidak tepat sasaran sampai ke tangan RTS yang membutuhkan bantuan sosial.
"Kami akui laporan dari bawah banyak yang tidak tepat sasaran karena itu sangat penting akurasi data," katanya.
Gaga menjelaskan setiap desa di tujuh kecamatan di kabupaten seni itu terdapat satu orang yang tergabung dalam tim khusus tersebut yang disinergikan dengan instansi TNI yakni Bintara Pembina Desa atau Babinsa dan Polri yakni Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) yang mulai bekerja pada Mei 2015.
"Tim khusus itu akan mendapatkan data yang sebenarnya tentang keberadaan keluarga miskin dengan melibatkan aparat terbawah," imbuhnya seraya menambahkan bahwa tim tersebut akan didukung oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gianyar.
Dia menjelaskan bahwa dari data yang ada saat ini disebutkan bahwa jumlah RTS di Gianyar mencapai sekitar 7.000 kepala keluarga. Namun ia menyakini dengan adanya verifikasi dan validasi RTS tersebut, jumlah kepala keluarga miskin berada di bawah angka tersebut.
"Sangat mungkin sesungguhnya (jumlah RTS) tidak sebanyak itu (7.000 KK) karena tergantung kriteria yang ditetapkan," katanya.
Selama ini keakuratan data RTS selalu menjadi kendala tatkala pemerintah memberikan program kesejahteraan kepada rakyat yang memang benar-benar membutuhkan. Namun karena data yang tidak akurat, Gaga mengatakan bahwa kebijakan tersebut terkadang tidak tepat sasaran.
Pemerintah melalui Kementerian Sosial memiliki prorgam kesejahteraan rakyat salah satunya Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) dengan alokasi simpanan kepada RTS mencapai Rp200 per bulan.
Untuk tahun 2015 ini, penerima PSKS yang memiliki Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau Kartu Perlindungan Sosial (KPS) berhak mencairkan dana tersebut selama periode Januari-Maret sebesar Rp600 ribu di kantor pos masing-masing.
Data dari Dinas Sosial Provinsi Bali menyebutkan jumlah RTS di Provinsi Bali yang menerima program tersebut sebanyak 150.671 kepala keluarga, dengan 21.037 RTS di antaranya berada di Kabupaten Gianyar. (WDY)
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2015
Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar Ida Bagus Gaga Adi Saputra ketika ditemui di Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Selasa, mengakui bahwa selama ini banyak program pemerintah baik di daerah maupun pusat tidak tepat sasaran sampai ke tangan RTS yang membutuhkan bantuan sosial.
"Kami akui laporan dari bawah banyak yang tidak tepat sasaran karena itu sangat penting akurasi data," katanya.
Gaga menjelaskan setiap desa di tujuh kecamatan di kabupaten seni itu terdapat satu orang yang tergabung dalam tim khusus tersebut yang disinergikan dengan instansi TNI yakni Bintara Pembina Desa atau Babinsa dan Polri yakni Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) yang mulai bekerja pada Mei 2015.
"Tim khusus itu akan mendapatkan data yang sebenarnya tentang keberadaan keluarga miskin dengan melibatkan aparat terbawah," imbuhnya seraya menambahkan bahwa tim tersebut akan didukung oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gianyar.
Dia menjelaskan bahwa dari data yang ada saat ini disebutkan bahwa jumlah RTS di Gianyar mencapai sekitar 7.000 kepala keluarga. Namun ia menyakini dengan adanya verifikasi dan validasi RTS tersebut, jumlah kepala keluarga miskin berada di bawah angka tersebut.
"Sangat mungkin sesungguhnya (jumlah RTS) tidak sebanyak itu (7.000 KK) karena tergantung kriteria yang ditetapkan," katanya.
Selama ini keakuratan data RTS selalu menjadi kendala tatkala pemerintah memberikan program kesejahteraan kepada rakyat yang memang benar-benar membutuhkan. Namun karena data yang tidak akurat, Gaga mengatakan bahwa kebijakan tersebut terkadang tidak tepat sasaran.
Pemerintah melalui Kementerian Sosial memiliki prorgam kesejahteraan rakyat salah satunya Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) dengan alokasi simpanan kepada RTS mencapai Rp200 per bulan.
Untuk tahun 2015 ini, penerima PSKS yang memiliki Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau Kartu Perlindungan Sosial (KPS) berhak mencairkan dana tersebut selama periode Januari-Maret sebesar Rp600 ribu di kantor pos masing-masing.
Data dari Dinas Sosial Provinsi Bali menyebutkan jumlah RTS di Provinsi Bali yang menerima program tersebut sebanyak 150.671 kepala keluarga, dengan 21.037 RTS di antaranya berada di Kabupaten Gianyar. (WDY)
Editor : I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2015