Mangupura (Antara Bali) - Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, berkomitmen menjaga kelestarian subak yang menjadi ikon budaya Pulau Dewata dengan menggelar lomba subak.

"Badung sangat komit terhadap kelestarian subak, untuk itu lomba subak dan subak abian merupakan salah satu upaya pemerintah melestarikan keberadaan subak sebagai pariwisata budaya," kata Bupati Badung Anak Agung Gde Agung di Mangupura, Selasa.

Menurut dia, sebagai wujud nyata upaya Pemkab Badung dalam melestarikan, memberdayakan dan mengembangkan subak di Badung yakni, secara berkesinambungan melaksanakan program kegiatan yang berkaitan dengan subak.

Pada tahun 2014 lahan pertanian di Badung mengalami peningkatan seiring dibukanya sawah baru seluas 100 hektare di Desa Sidan, Kecamatan Petang. "Bahkan, untuk mengairi air sawah, Pemkab Badung bersama petani telah berhasil membuat terowongan untuk saluran irigasi," ujarnya.

Ketua Tim Penilai Lomba Subak dan Subak Abian seluruh Kabupaten Badung, Sudaratmaja mengatakan, ada delapan subak yang mengikuti lomba yakni, Subak Sandakan, Pesedahan Yeh Kilap Petang, Desa Sulangai, Subak Ngempel, Pesedahan Yeh Kilap Abiansemal, Desa Bongkasa dan Subak Tegan, Pesedahan Yeh Penet, Kelurahan Kapal.

Selain itu juga Subak Perancak, Pesedahan Yeh Bolo, Desa Tibubeneng, Subak Abian Merta Dewi, Pesedahan Desa Petang, Desa Plaga, Subak Abian Panca Kosala Guna Sari, Pesedahan Desa Abiansemal, Desa Sangeh, Subak Abian Santi Jagatdhita, Pesedahan Desa Mengwi, Desa Sembung dan Subak Abian Selonding, Desa Pecatu.

"Kreteria penilaian meliputi bagian parhyangan, pawongan dan baga palemahan," ujarnya.

Pelestarian subak melalui lomba, Pemkab Badung telah melakukan pembinaan-pembinaan khususnya mengenai tata cara mengintegrasikan Sistem Pertanian Terintegrasi (Simantri) dan program Petani Mandiri Sejahtera (Tanimas).

Sementara itu, Kelian Subak Abian Selonding Desa Pecatu, I Ketut Yasin mengatakan bahwa dalam melaksanakan suadarmanya, krama kelompok tani Selonding yang berjumlah 41 pengarep, selalu menjalankan konsep Tri Hita Karana.

"Luas subak abian Selonding 109.920 are yang merupakan tanah perbukitan yang ditanami palawija, kacang-kacangan dan lainnya, Selain itu, krama subak merasa bangga karena tetap dapat menghasilkan buah jeruk setiap tahunnya," ujarnya. (WDY)

Pewarta: Oleh Wira Suryantala

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2014