Negara (Antara Bali) - Santunan kematian sebesar Rp1,5 juta, yang merupakan program Pemkab Jembrana dikeluhkan karena dianggap lambat dalam pencairannya.

"Bapak saya sudah meninggal lebih satu bulan yang lalu, tapi sampai saat ini santunan tersebut belum kami terima. Padahal kami dengar, sistem santunan langsung dari pemkab ini lebih cepat, dibandingkan dulu saat masih kerjasama dengan asuransi," kata I Putu Era Dika, warga Desa Yehembang, Rabu.

Ia mengaku, semua persyaratan terkait santunan kematian bagi Made Sandi, bapaknya, sudah diserahkan ke kepala dusun setempat, sehari setelah kematian.

Padahal, katanya, waktu itu keluarga sangat berharap santunan tersebut segera cair, untuk membantu upacara pengabenan bapaknya tersebut.

"Saya sudah berulangkali menanyakan hal ini kepada kepala dusun, tapi hanya mendapatkan jawaban yang berupa janji-janji," ujarnya.

Kepala Dusun Banjar Sumbul, Desa Yehembang, I Made Alit Wiryana saat dikonfirmasi mengatakan, santunan tersebut belum bisa diberikan karena ada permasalahan diantara ahli waris.

Menurutnya, almarhum memiliki tiga anak laki-laki, yang semuanya mengaku berhak untuk mendapatkan santunan tersebut.

"Belum ada kesepakatan diantara mereka siapa yang mau menerima, karena itu kami juga bingung harus kepada siapa santunan tersebut diserahkan?" katanya.

Namun ia menjamin, santunan tersebut tetap akan diberikan, karena memang program dari pemkab yang sudah ada anggarannya.(GBI)

Pewarta: Oleh Gembong Ismadi

Editor : Gembong Ismadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2014