BCA Raup Laba Rp.107 Triliun pada 2013

Rabu, 5 Maret 2014 20:56 WIB

Jakarta (Antara Bali) - PT Bank Central Asia (BCA) mampu meraup keuntungan sebesar Rp.107 triliun sepanjang 2013 atau meningkat 14,9 persen (Rp.14,3 triliun) dari keuntungan pada 2012 sebesar Rp.93 triliun.

"Kami telah menaikkan suku bunga deposito dari 3,5 persen ke lima persen pada April dan Mei 2013 dan mengkompensasikan kenaikan itu pada suku bunga pinjaman sesuai pasar," kata Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja, dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu, tentang latarbelakang peningkatan laba perusahaannya.

Pertumbuhan laba itu, lanjut Jahja, juga didapat dari peningkatan keuntungan penempatan dana cadangan (secondary reserve) BCA di Bank Indonesia sebesar Rp56,8 triliun.

"Tentu juga karena volume pinjaman kami meningkat 21,6 persen dari 2012. Otomatis dengan bertambahnya pinjaman, margin kita bertambah besar," katanya.

Jahja mengatakan ketiga faktor itu yang kemudian mempengaruhi peningkatan laba dan margin bunga bersih BCA pada 2013. NIM BCA pada 2013 naik menjadi 6,2 persen dibanding pada 2012 sebesar 5,6 persen.

BCA, pada 2013, juga mencatat pertumbuhan kredit di semua segmen sebesar 21,6 persen menjadi Rp.312,3 triliun dari Rp.256,7 triliun pada 2012. Pertumbuhan kredit itu diikuti rasio kredit bermasalah kotor sebesar 0,4 persen.

Dari sisi pendanaan, BCA mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga sebesar 10,6 persen menjadi Rp.409,5 triliun.

"Dana giro dan tabungan di BCA meningkat 8,6 persen atau Rp.25,6 triliun menjadi Rp.322,8 triliun dengan porsi  78,9 persen terhadap total dana pihak ketiga," katanya.

Rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (LDR) BCA meningkat menjadi 75,4 persen pada 2013 dari 68,6 persen pada 2012. (WDY)

Pewarta:

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2014

Terkait
Terpopuler