Denpasar (Antara Bali) - Jajaran Komando Daerah Militer IX Udayana berkomitmen untuk tetap menjaga netralitas dalam Pemilihan Umum Legislatif maupun Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2014.
     
"Kita akan menjaga netralitas agar demokrasi berjalan sehat sehingga kami bisa mengamankan proses demokrasi ini," kata Kepala Penerangan Kodam IX Udayanan, Kolonel Arm Wing Handoko, di Denpasar, Kamis.
     
Menurut dia, sikap netral tersebut bukan sebuah wacana namun sudah merupakan keharusan dan sesuai aturan.
     
Dia menjelaskan bahwa apabila aturan untuk netral tersebut diabaikan, maka anggota TNI bisa dikenakan sanksi hukum baik disiplin maupun pidana.
     
"Kalau tidak diilaksanakan (netralitas) jelas ada sanksi hukum baik berupa displin dan pidana," ucap Wing.
     
Selain melarang tegas personel TNI ikut dalam politik praktis atau mendukung partai politik dan calon tertentu, TNI juga melarang penggunaan sarana dan prasarana untuk kepentingan politik.
     
Dia menjelaskan bahwa TNI bersama Polri akan melakukan pengamanan terkaitnya jalannya pesta demokrasi lima tahunan itu.
     
Sinergitas tersebut dilakukan untuk menjamin kelancaran Pemilu untuk memilih wakil rakyat dan pemimpin masa depan Indonesia. (DWA)

Pewarta: Oleh Dewa Wiguna

Editor : Dewa Sudiarta Wiguna


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2014