Denpasar (Antara Bali) - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu mengatakan dengan membuka penerbangan Garuda Indonesia ke Bandara Komodo, Nusa Tenggara Timur dan ke Bima, Nusa Tenggara Barat, akan dapat memajukan pariwisata daerah tersebut.

"Saya harapkan pelayanan penerbangan Garuda dapat memajukan pariwisata daerah itu. Karena daerah ini salah satu masuk ke dalam program koridor V pada Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI)," kata Mari Pangestu di Labuan Bajo, NTT, Senin.

Ia mengatakan maskapai Garuda merupakan perusahaan BUMN sudah seharusnya melakukan terobosan dan membuka rute-rute daerah yang memiliki landasan pacu pendek.

"Apa yang dilakukan maskapai Garuda dengan membuka rute-rute daerah yang kondisi bandaranya kecil, sangat membantu untuk memajukan potensi daerah tersebut. Karena sektor tersebut akan juga dapat mendatangan wisatawan yang ingin menikmati panorama eksotik, seperti yang ada di NTT ini," ujarnya yang didampingi Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar.

Menurut dia, potensi pariwisata di Indonesia cukup beragam, namun karena masih terbatasnya pelayanan dan pendukung pariwisata, sehingga potensi tersebut belum bisa digarap secara maksimal.

"Saya yakin dengan Garuda akan membuka penerbangan ke berbagai daerah di Tanah Air, sudah tentu berharap daerah tersebut semakin cepat perkembangan pariwisatanya," ucap Mari Pangestu.

Ia mengatakan sektor pariwisata cukup besar menyumbang devisa kepada negara. Itu pun baru disumbangkan dari daerah-daerah yang masuk tiga besar, yaitu Bali, Jakarta dan Batam.

"Sebenarnya masih banyak potensi pariwisata yang bisa lebih besar mendatangkan wisatawan nusantara dan asing, seperti keindahan di Pulau Komodo dengan habitat purba serta panorama yang masih alami, sehingga besar pula menyumbangkan devisa," katanya.

Sementara itu Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengatakan pihaknya akan terus berupaya membuka penerbangan ke daerah-daerah yang selama ini belum terlayani Garuda.

"Karena itu kami menggunakan pesawat jenis ATR 72-600. Pesawat ini menggunakan teknologi canggih di kelasnya. Pesawat tersebut selain hemat bahan bakar juga mampu melayani daerah yang memiliki landasan pacu pendek," katanya. (LHS)

Pewarta: Oleh I Komang Suparta

Editor : Nyoman Budhiana


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2013