Denpasar (Antara Bali) - Sebanyak 200 produsen tahu tempe yang bernaung di bawah Koperasi Produsen Tempe dan Tahu Indonesia (Kopti) Makmur Denpasar sepakat tidak ikut aksi mogok kerja secara nasional selama tiga, 9-11 September 2013.

Meskipun tidak mendapat respon dari Kopti pusat, ratusan orang yang sehari-hanya bergelut dalam pembuatan tahu-tempe tetap menggeluti aktivitasnya tanpa mempedulikan imbauan Kopti pusat untuk mogok sehubungan meroketnya harga bahan baku kedelai dari Rp7.000 menjadi Rp9.500/kg.

Mereka tetap menggeluti aktivitasnya sehar-hari untuk mendukung stabilitas keamanan Bali, karena masyarakat Pulau Dewata tengah berjuang keras untuk menjaga dan memelihara stabilitas keamanan dalam menyukseskan ajang kontes kecantikan "Miss World" dan pertemuan Konferensi tingkat tinggi (KTT) Asia Pacific Economic Coorporation (APEC).

"Semua itu memerlukan dukungan dan peranserta dari semua pihak, termasuk persediaan pasokan tahu dan tempe kepada masyarakat konsumen dalam jumlah yang memadai," tutur Ketua Kopti Makmur Denpasar Bambang Haryadi.

Jika pekerja tahu tempe di Bali, khususnya di Kota Denpasar dan sekitarnya ikut mogok nasional selama tiga hari itu dikhawatirkan berdampak terhadap ibu-ibu rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan bahan makanan sehari-hari.

Menu tahu dan tempe menjadi menu hidangan sehari-hari dari sebagian besar masyarakat Pulau Dewata, sehingga bisa dibayangkan jika selama tiga hari tidak berproduksi secara tidak langsung bisa berpengaruh terhadap stabilitas daerah dalam menyongsong kegiatan bertaraf internasional.

Demikian pula komponen masyarakat di Kabupaten Gianyar, Bali merapatkan barisan dan menandatangani deklarasi pengamanan, sebagai upaya menyukseskan pelaksanaan KTT APEC yang akan berlangsung di kawasan Nusa Dua, 1-9 Oktober 2013.

Berbagai Komponen masyarakat yang terdiri atas organisasi masyarakat (Ormas), organisasi pemuda, lembaga swadaya masyarakat (LSM) beserta tokoh masyarakat setempat menandatangani deklarasi pengamanan tersebut di Kantor Kodim 1616 Gianyar.

Upaya itu sebagai langkah antisipasi untuk bersama-sama menciptakan suasana aman, nyaman dan damai demi suksesnya pelaksanaan APEC, tutur Komandan Kodim 1616/Gianyar, Letkol Inf Rachmad PS, S.IP, M.Si yang memprakarsai deklarasi tersebut.

Bupati Gianyar Anak Agung Gde Agung Bharata memberikan apresiasi terhadap deklarasi itu serta mengingatkan keamanan merupakan faktor penting dalam mempertaruhkan nama Indonesia khususnya Bali di dunia internasional.

Oleh sebab itu dukungan komponen masyarakat untuk bahu membahu sangat diharapkan dapam menciptakan suasana yang aman dan tertib sekaligus sukseskan berbagai kegiatan internasional yang digelar di Bali.

Kapolres Gianyar AKBP Hadi Purnomo juga menyambut baik deklarasi yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Keamanan dan kenyamanan tidak bisa hanya dilakukan oleh aparat kepolisian, namun membutuhkan dukungan dan peranserta dari seluruh lapisan masyarakat.

Jaga suasana kondusif

KTT APEC bagi para "members economic" berasal dari utusan 21 negara dengan sekitar 6.000 peserta dan 2.000 wartawan yang akan meliput kegiatan bertaraf internasional itu.

Bali telah melakukan berbagai persiapan untuk menyukseskan kegiatan bertaraf internasional itu antara lain perluasan bandara Ngurah Rai, pembangunan "underpass" Dewa Ruci dan pembangunan jalan tol di atas perairan (JDP).

Gubernur Bali Made Mangku Pastika ketika menghadiri Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan KTT APEC di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Minggu (15/9) mengharapkan masyarakat Pulau Dewata menjaga keamanan dan suasana kondusif menjelang pelaksanaan KTT APEC.

Semua pihak harus bisa memberikan suasana nyaman, aman, damai, dan menjaga suasana kondusif, mengingat pertemuan tingkat tinggi itu merupakan salah satu kegiatan langka yang gilirannya dilakukan 21 tahun sekali menjadi tuan rumah bagi Indonesia.

Dengan demikian adalah kesempatan yang langka, sehingga semua pihak harus bisa menjadi tuan rumah yang baik, ujar Mangku Pastika (62), pria kelahiran Buleleng 22 Juni 1951 yang baru saja dilantik Mendagri untuk masa jabatan kedua berpasangan dengan Ketut Sudikerta.

Mantan Kapolda Bali itu mengingatkan, segala aspek harus mendapat perhatian, baik oleh pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Bali, serta Pemkab dan Pemkot di daerah ini dalam membantu menyiapkan infrastruktur, mengawasi pelaksanaan dan kesiapan masyarakat menyambut kegiatan internasional itu, terutama aspek keamanan.

Terkait aspek keamanan, Mabes Polri sendiri akan membantu Polda Bali baik dari segi peralatan dan personel untuk menunjang pengamanan selama berlangsungnya pertemuan yang dihadiri 21 kepala negara dan pemerintahan dari negara anggota APEC itu.

Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chairul Tanjung menyatakan bahwa hingga saat ini persiapan menjelang KTT APEC baru mencapai 80 persen. Saat ini yang menjadi perhatian pemerintah untuk menunjang KTT APEC adalah kesiapan infrastruktur berupa pengembangan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai yang saat ini pengerjaannya sedang dikebut.

Percantik Taman

Pemerintah Kabupaten Badung yang mewilayahi kawasan Nusa Dua sebagai tempat pelaksanaan KTT APEC juga telah berupaya mempercantik taman jalan dan lampu menerangan bertenaga surya sepanjang jalan menuju kawasan Nusa Dua.

"Kami mengalokasikan dana APBD 2013 sebesar Rp17 miliar untuk mempercantik taman jalan dan lampu penerangan," tutur Bupati Badung Anak Agung Gede Agung.

Upaya yang dilakukan itu untuk menserasikan dengan kawasan pengembangan pariwisata Nusa Dua yang ditata dengan landasan konsep "Tri Hita Karana" yakni hubungan harmonis dan serasi sesama umat manusia, lingkungan dan Tuhan Yang Maha Esa.

Kawasan hijau yang tertata apik dan rapi dengan puluhan hotel berbintang berkapasitas 6.500 kamar, sejumlah lapangan golf serta fasilitas pendukung yang memadai sebagai tempat pelaksanaan KTT APEC.

Penataan taman jalan dan lampu penerangan itu dilakukan mulai dari kawasan Simpang Siur Jalan By Pass Ngurah Rai hingga menuju kawasan "Bali Tourism Development Corporation" (BTDC).

Penataan yang dilakukan sejak pertengahan 2012 hingga kini sudah hampirramung. Jalan yang sehari-harinya sangat padat lalu lintas itu, baik di sebelah kiri, kanan, dan tengah pada jalan sepanjang sekitar 12 kilometer itu telah dipercantik dengan ditanami sejumlah tanaman hias serta perbaikan saluran pembuangan limbah (trotoar).

Sepanjang jalan itu juga dilengkapi dengan ratusan lampu penerangan bertenaga surya atau "solar cell" serta telah merancang upaya penanggulangan banjir agar air tidak menggenangi jalan.

Selain itu juga telah menyiapkan puluhan tiang bendera yang akan dipasang bendara negara peserta KTT APEC dan kegiatan kebersihan sepanjang jalan yang dilakukan secara berkesinambungan.

"Memang tidak ada nomenklatur khusus untuk APEC di APBD Badung, tetapi ada anggaran untuk beberapa fasilitas itu karena hal ini menyangkut citra bangsa," ujar Bupati Gede Agung yang telah memaksimalkan persiapannya menjelang kegiatan bertaraf internasional itu.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika sebelumnya juga telah menyerahkan bantuan 11 unit mobil operasional kepada jajaran TNI Angkatan Darat untuk pengamanan pelaksanaan KTT APEC.

Mobil yang diserahkan itu sebanyak sepuluh unit di antaranya jenis Toyota Hilux "double cabin" yang diperuntukkan bagi Kodam Udayana yang kemudian akan didistribusikan untuk membantu operasional Komando Distrik Militer di kabupaten/kota di Bali.

Total anggaran yang dialokasikan untuk 10 mobil senilai Rp3,54 miliar, sedangkan satu mobil yang diserahkan untuk Korem berupa Toyota Innova senilai Rp269 juta.

Pemprov Bali pada 2012 juga telah menyerahkan bantuan motor sebanyak 200 unit untuk Polda Bali dan 50 unit mobil yang diserahkan untuk Polres, termasuk menyediakan dua alat pemindai (X-ray) dengan alokasi anggaran Rp60 miliar. (*/ADT)

Pewarta: Oleh I Ketut Sutika

Editor : I Nyoman Aditya T I


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2013