Pemerintah Kabupaten Bangli, Bali mengajak kaum perempuan untuk mencegah kanker serviks melalui pemberian vaksinasi sebagai langkah prioritas menjaga kesehatan reproduksi.
"Perhatian terhadap kesehatan reproduksi, khususnya pencegahan kanker serviks, harus menjadi prioritas bersama," kata Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bangli Sariasih Sedana Arta di sela literasi kesehatan reproduksi wanita di Bangli, Rabu.
Menurut dia, vaksinasi untuk mencegah kanker serviks penting karena perempuan memiliki peran strategis dalam keluarga.
Dia menambahkan perempuan yang sehat akan melahirkan generasi yang kuat, cerdas, dan berkualitas.
Sariasih menuturkan kesehatan seorang ibu adalah pilar utama dalam membangun keluarga yang berkualitas, yang tidak hanya menjaga diri sendiri, tetapi juga menjadi teladan dan sumber literasi kesehatan bagi keluarga.
Ia menekankan kanker serviks adalah ancaman serius yang sebenarnya bisa dicegah melalui edukasi dini, pola hidup sehat, vaksinasi HPV, serta pemeriksaan rutin salah satunya pap smear.
Sementara itu, narasumber ahli dr I Made Pasek Soma Gauthama memaparkan materi komprehensif mengenai pencegahan kanker serviks melalui vaksinasi HPV yang kini telah menjadi bagian dari program imunisasi nasional.
Ia menjelaskan vaksinasi itu efektif jika diberikan sejak dini yaitu usia 9-14 tahun namun tetap bermanfaat bagi perempuan hingga usia 45 tahun.
Selain vaksinasi, dr I Made Pasek juga menggarisbawahi pentingnya pemeriksaan dengan metode Deoxyribonucleic Acid Human Papillomavirus (DNA HPV) yang memiliki tingkat akurasi tinggi guna mendukung target pemerintah dalam eliminasi kanker serviks pada 2030.
Di sisi lain, Pemkab Bangli mengharapkan peserta yang hadir dapat menjadi "agen edukasi" di lingkungan masing-masing melalui gerakan program pokok PKK untuk menciptakan keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera.
Editor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2026